Oude Indonesie

Oude Indonesie
Nederland oost-indiƫ hier komen we!

Zoeklicht

Zoeklicht
We zullen de kolonie te verdedigen!

Which side are you? Voor het koninklijke or demi Republik?

Which side are you? Voor het koninklijke or demi Republik?
Which side are you? Voor het koninklijke or demi Republik?

Minggu, 11 Maret 2018

Surat Keterangan Bepergian Hindia Belanda

Apakah anda pernah mengalami dengan pembuatan surat keterangan bepergian? Jika anda yang pernah merasakan masa orde baru, maka anda tidak akan asing dengan dokumen berikut ini.

Apakah anda sudah melihatnya? Oh jangan khawatir, ada satu contoh lagi.

Kedua kartoe katerangan dan soerat katerangan diatas berisi tentang informasi rinci sang pemegang. Baik dari nama, suku, alamat, pekerjaan, umur, tinggi badan, hingga ciri - ciri khas tubuh yang dia miliki. Yang menjadi pembeda adalah surat pertama yang dimiliki oleh opzichter 's lands waterstadt (pengawas perusahaan air minum negara) lebih tebal dan dikeluarkan oleh onderafdeeling Amuntai di Kalimantan Selatan serta ditandatangani oleh assistent resident / kontroleur A.F. Th. de Raadt. Sedangkan surat kedua yang dimiliki oleh seorang klerk (pegawai) bagian pengajaran Muhammadiyah lebih tipis dan dikeluarkan oleh pemerintah Belanda di Surakarta serta ditandatangani baik oleh kepala onderdistrik Belanda dan juga Lurah Gandekan di kota Solo yang mewakili Keraton Kasunanan Surakarta. 
Kedua surat mempunyai keunikan yang sama pula yaitu keduanya dikeluarkan saat Belanda sudah menyatakan perang melawan Jepang. Pada masanya, surat ini benar - benar menempati posisi penting. Karena saat perang melawan Jepang telah dimulai, pemerintah Hindia Belanda sempat membuat aturan bahwa untuk bepergian harus membawa surat keterangan. Silahkan anda cek artikel dari majalah Pandji Poestaka tanggal 13 Desember 1941 alias beberapa hari setelah Belanda menyatakan perang melawan Jepang ini. 
Seperti yang sudah anda lihat sendiri, Komandan Tertinggi Angkatan Bersenjata Hindia Belanda yaitu luitenant generaal Hein ter Poorten meminta kepada seluruh rakyat Hindia Belanda agar selalu membawa surat keterangan saat bepergian. Hal tersebut tidak terlepas dari adanya pencegahan kolone kelima serta pasukan payung yang ditakutkan akan mengganggu keamanan. Hal yang sama sempat Belanda rasakan saat invasi Jerman ke Belanda pada Mei 1940. Dimana terdapat rumor bahwa pasukan Jerman telah menyusup dan menyamar serta ikut berbaur dengan masyarakat. Meski aturan surat keterangan bepergian sudah ada sejak dekade sebelumnya, namun baru kali ini Hindia Belanda merasakan sangat pentingnya surat keterangan tersebut.
Pada saat bendera Belanda diturunkan dan digantikan oleh matahari terbit pada Maret 1942, menandai berakhirnya surat semacam ini. Namun ada kemungkinan surat sempat dimanfaatkan pada masa pemerintahan militer Jepang. Jika anda lihat pada surat kedua, terdapat coretan pada bagian pemerintahan Belanda. Ini menandakan bahwa surat tersebut sempat digunakan pada masa Dai Nippon. Masih belum diketahui sampai kapan surat tersebut dimanfaatkan oleh Jepang.
Jadi inilah 2 surat keterangan bepergian pada masa akhir Hindia Belanda. Meski hanya singkat yaitu beberapa bulan sebelum Hindia Belanda menyerah, namun surat ini menempati posisi penting dalam sejarah. Sejarah pertahanan Hindia Belanda di Perang Dunia 2 yang singkat dan terlupakan di Indonesia saat ini ...


Usia: Desember 1941 & Februari 1942

Tidak ada komentar:

Posting Komentar