Oude Indonesie

Oude Indonesie
Nederland oost-indiƫ hier komen we!

Zoeklicht

Zoeklicht
We zullen de kolonie te verdedigen!

Which side are you? Voor het koninklijke or demi Republik?

Which side are you? Voor het koninklijke or demi Republik?
Which side are you? Voor het koninklijke or demi Republik?

Senin, 04 Desember 2017

Wij Strijden Met De Teekenstift - De Maan

Mungkin bagi anda pemerhati sejarah Perang Dunia II, anda sering mendengar pemboman malam. Entah dilakukan oleh Inggris dengan Lancaster-nya atau Jerman saat awal perang. Untuk wij strijden met de teekenstift kali ini kita akan membahas tentang pemboman malam Jerman.
Southampton Blitz. Memang namanya tidak seterkenal Coventry Blitz, namun pemboman malam ini patut dicatat dalam sejarah karena ini pertama kalinya terjadi firestorm. Firestorm sendiri kelak akan lebih dikenal dan dikenang saat Dresden diserang oleh sekutu 5 tahun kemudian.
Kembali kepada Southampton Blitz, penyebutan blitz hanya mengacu pada 3 hari pemboman. Yaitu tanggal 23, 30 November, dan 1 Desember 1940. Di tiga hari tersebut, pusat kota Southampton luluh lantak. Bahkan api jingga firestorm terlihat di Cherbourg Perancis. Jerman menyatakan Southampton hanya tinggal puing belaka.

Bersama 3 hari tersebut, total Southampton dibom adalah 57 kali. Disebutkan bahwa 2.300 bom dengan berat total 470 ton menimpa kota malang tersebut. Belum lagi ditambah dengan 30.000 alat pembakar menambah kemalangan Southampton. Tercatat hampir 45.000 bangunan luluh lantak beserta beberapa gereja terkenal kota. Setelah blitz, Jerman terkadang masih membom Southampton dan pada akhirnya berhenti pada Juli 1942.
Kembali kepada tahun 1940, Hofer menggambar propagandanya disini dengan ironi. Mengapa? Karena pemboman yang dilakukan oleh Jerman tersebut dilaksanakan pada malam hari. Alhasil Hofer memanfaatkan lambang malam yaitu bulan sebagai bahan pembicaraan. Bulan yang malang tersebut digambar pula oleh Hofer dengan sebuah tengkorak yang melambangkan kematian. Untuk obyek gambar, Hofer memanfaatkan salah satu gereja Southampton yang menjadi korban yaitu menara gereja All Saint's. Tidak ketinggalan gambar siluet pesawat yang sudah pasti pelaku pemboman. Alhasil arti dari gambar Hofer disini adalah kematian dibawa oleh pesawat pembom yang muncul pada malam hari di Southampton ...
Untuk melihat gambar lainnya dari gereja All Saint's, cek (ini).
Sumber



Usia: 1941

Jumat, 01 Desember 2017

Tidak Bisa Tidur dan Pavilion of Women

Setelah bercerita tentang tidak enaknya perjalanan, kali ini sang penulis beruntung karena keesokan harinya suasana kapal lebih nyaman. Alhasil naik kapal tidaklah seperti diguncang - guncang alam, melainkan seperti bersantai di pegunungan ...

Selasa Wage, 634-87/48. 3 Februari 1959 D3

Tiny, tadi malam jalannya kapal enak sekali, tidak oleng sekali seperti kemarin. Seharusnya tidur bisa lebih enak, tapi ini tidak terjadi padaku. Sebentar - sebentar bangun, tapi setelah memikirkanmu jadi ya bisa tidur lagi. Sebenarnya juga tidak ada apa - apa, pikiran seperti kosong melompong. Tadi malam sebelum tidur kupakai untuk menempel foto - foto di album, jam 12 baru merasa ngantuk, tapi pas sudah siap tidur mata malah tidak bisa memejamkan mata. Tapi ya itu, pikiran kosong tapi hati tenang saja. Kemudian aku berdoa.
Esok paginya jam 8 aku bangun, setengah 9 turun ke kamar makan. Sarapan bersama orang asing dari Chicago yang akan menuju ke Bali. Berdiskusi sampai tentang agama, jadinya aku diceritakan kalau mereka tidak senang di agama Katolik kemudian mereka pindah ke Kristen Anglikan katanya lebih bebas.
Orang tadi baik sekali, umurnya yang pria sudah 72 tahun, yang perempuan 66 tahun, lucu banget ingin bicara Bahasa Indonesia. Sampai - sampai tanya alamatku ya kuberikan saja dan malah kuperlihatkan fotomu dan foto Totom sekalian. Kalau saja saat sampai di Jakarta, kami akan ketemu lagi.
Hari ini Samudra Atlantik tenang, lajunya kapal ya enak, dan hawa juga tidak dingin. Jadinya untuk jalan - jalan di luar ya enak. Usai makan, aku berdiri di luar agak lama sekalian melihat air yang berjalan - jalan. Ombak saling bergulung berkejar - kejaran. Sinar matahari juga berkilau cemerlang. Semuanya membuat hati senang.
Aku masuk ke kamar lagi, sekaligus membawa perasaan senang tadi. Memakai piyama, kemudian tiduran sembari membaca. Di dalam pikiran, rasanya kok seperti di pegunungan. Ah kelak harus pergi ke Tawangmangu bersama kamu dan Totom.

Sumber: Pinterest

Aku membaca buku "Pavillion of Women" karangan Pearl S. Buck, dalam bahasa Belanda, kalau tidak salah aku juga punya versi bahasa Inggris-nya. Sejak membaca buku itu, aku ingin berdiskusi denganmu dalam hal adat seperti yang tertulis pada buku tersebut. Membandingkan dengan adat kita sekarang.
Menurut penentuan lokasi, hari ini kapal berada di Lintang Utara 37.42, Bujur Barat 51.39. Sejak 24 jam, kapal sudah melaju sejauh 408 mil.

Sumber

Usia: 1959