Oude Indonesie

Oude Indonesie
Nederland oost-indiƫ hier komen we!

Zoeklicht

Zoeklicht
We zullen de kolonie te verdedigen!

Which side are you? Voor het koninklijke or demi Republik?

Which side are you? Voor het koninklijke or demi Republik?
Which side are you? Voor het koninklijke or demi Republik?

Senin, 02 Februari 2015

Kajawen 1942

Berikut adalah sebuah majalah Jawa berjudul Kajawen no.7 untuk 20 Januari 1942. Kajawen merupakan sebuah majalah yang diterbitkan pertama kali pada 1925 oleh perusahaan Balai Pustaka di Batavia dan perusahaan hingga sekarang masih ada. Majalah ini terbit 2 minggu sekali yaitu Selasa dan Jumat serta salah satu pengurus terkenalnya yaitu Purwodarminto yang merupakan begawan sastra Indonesia di masa kolonial. Yang menjadikan majalah ini unik dan dishare disini adalah majalah ini sudah menghitung mundur dari berhenti terbitnya saat Jepang tiba disini.
Untuk edisi no. 7 ini kita bisa melihat betapa hebatnya pengaruh peperangan di Hindia pada majalah ini. Berita yang disajikan benar-benar berisi peperangan antara KNIL dengan pasukan Teno Heika Jepang terutama Pertempuran Tarakan. Kita bisa dibuat merenung saat kita melihat pula pada bagian pengumuman kepada masyarakat bagaimana cara yang benar dalam menghadapi serangan udara. Selain itu pula, berita-berita dari corong KNIL-sekutu juga mendominasi, meskipun kita bisa merasakan bahwa pasukan sekutu sudah didesak dimana-mana oleh Jepang. Ada pula berita dan perintah untuk tidak oportunis pada masa yang gawat tersebut. Bahkan Balai Pustaka sendiri juga terkena efek dari masa darurat perang ini. Titik kulminasi berada pada sebuah iklan yang memasarkan bahan makanan apa saja yang boleh dikonsumsi saat perang. Namun ada juga sebuah surat pembaca untuk ikut serta mengkritisi jika ada usaha bela negara dirasa kurang. Tapi tetap saja, kita bisa merasakan betapa daruratnya kondisi yang dialami pada masa itu. 
Kover edisi-edisi terakhir yang seakan menantang kesusahan yang dialami pada masa itu, Bima alias Werkudara

Berita tentang Pertempuran Tarakan

Pemberitahuan bagaimana untuk tidak panik saat serangan udara

Hawaii

Komandan ABDACom yaitu Archibald Wavell saat pertama kali mendarat di Batavia

Larangan menyimpan uang banyak

Kritik masyarakat

Berita singkat yang beredar, diantaranya tentang serbuan udara Jepang di Ambon

Part II
Update 7 Desember 2015 - Berikut terjemahan berita di atas menggunakan bahasa Indonesia:
14 Januari 1942:
Komite Vrije Denen di Hindia Belanda
Bangsa Denmark yang tinggal disini, mendirikan komite yang bertujuan membantu negara-negara Sekutu dalam pertempuran melalui bantuan dana. Tujuannya memerdekakan negara Sekutu dan Denmark. Komite ini sudah menyatakan kesetiannya kepada pemerintah.

Penerima medali Bronzen Kruis
Berikut daftar penerima medali Bronzen Kruis:
Schipper G. Wagenveld
Inlandsche Korporaal Telegrafist Mohamad Tahir Harahap
Kwartiermeester J.P. Lupgens
Korporaal – monteur L. Bruijn
Korporaal – machinist P. Jongerling
Inlandsche Matroos eerste klasse J. Tapilatu
Kesemuanya berasal dari kapal selam “K.M” yang dibawahi Luitenant ter Zee eerste klasse “K.M.R.” (vasten dienst) H. C. J. Coumou.

Pangkat di L. B. D.
Menurut surat keputusan Legercommandant tanggal 8 Desember 1941 nomor 2, pangkat pada L. B. D. disetarakan dengan pangkat militer. Contohnya Technischen Leider disetarakan dengan Majoor atau Luitenant – Kolonel dan lain sebagainya. Selain itu pula melalui surat keputusan tanggal 12 Januari 1942 Nomor 5, pangkat dibawahnya yang disamakan dengan pangkat kapitein diubah.

Comite Penolong Bahaja Perang
Di Malang terdapat komite tersebut yang diketuai oleh tuan Radjab Gani. Pada intinya tugasnya sama dengan “Pekope” di Batavia, Residen Malang memberi bantuan f. 250. Alamat komite di Taloen – Lorstraat Nomor 22.


15 Januari 1942
Pegawai Konsulat Jepang
Semenjak pecah perang, diplomat – diplomat Jepang dan pegawainya kesemuanya dikumpulkan di gedung Consul – Generaal di Batavia. Ini juga berlaku untuk konsulat di Medan, Makasar, Menado, dan Surabaya yang ditempatkan di rumah tuan Y. Ishizawa di Batavia.
Menurut kabar juga, pengumpulan kesemua pegawai konsulat Jepang di Batavia ini menunggu selesainya pertukaran pegawai konsulat.

Biwara Wadyabala Nomor 37
Pada hari ini tanggal 15 Januari, Jepang membom instalasi militer di Ambon. Belum ada kabar lebih lanjut.


17 Januari 1942
Biwara Wadyabala Nomor 38, tentang berita pengeboman Ambon kemarin dikabarkan lebih lanjut bahwa yang mengebom, pesawat pembom Jepang berjumlah 26 buah dan dikawal pesawat pemburu sebanyak 9 buah
Bom yang dijatuhkan banyak sekali, ada diantaranya yang sangat masif. Terdapat gedung militer dan instalasi militer lainnya yang mengalami kerusakan.
Orang Australia yang tewas sejumlah satu orang, yang terluka tiga orang. Tentara kita yang terluka dua orang. Penduduk sipil yang tewas satu orang dan yang terluka lima orang.
Terdapat dua pesawat yang jatuh saat mencegat musuh. Kedua pilot berhasil menyelamatkan diri dengan terjun payung.
Pesawat terbang musuh ada satu yang ditembak jatuh, ada satu lagi berhasil ditembaki hingga rusak kemungkinan tidak akan bisa mendarat dengan selamat.
Besok malamnya, Balikpapan diserang 9 pesawat pembom musuh. Ada beberapa rumah mengalami kerusakan. Yang tewas satu orang, luka berat 7, luka ringan 3.
Seperti yang sudah dikabarkan juga, saat Tarakan diserbu dan berhasil diduduki musuh, meriam pantai kita sempat berhasil menenggelamkan kapal pemburu torpedo Jepang. (kapal destroyer ???)
Selain itu ada kapal pendarat yang ditenggelamkan, ada juga 1 pesawat musuh yang ditembak jatuh. Sebelum pertempuran Tarakan berakhir, meriam, lampu sorot, meriam penangkis udara dan persenjataan lainnya sudah kita rusak hingga tidak bisa diperbaiki lagi.
Ada juga berita tambahan bahwa kapal Jepang yang sebelumnya pada tanggal 14 Januari diberitakan telah dibom, adalah kapal perang Jepang (penjelajah) atau kapal torpedo yang besar.

Biwara Wadyabala No. 39 (17 Januari)
Seperti yang dikabarkan, landasan udara di Medan diserang Jepang menggunakan pesawat pembom yang dikawal dengan pesawat pemburu.
Salah satu landasan udara di Sulawesi diserang pesawat pembom 8 buah dan dikawal pesawat pemburu 3 buah. Kerusakan hanyalah ringan, tidak ada korban tewas maupun luka.
Di Ambon, diserang pula. Yang menjadi target adalah rumah-rumah di pelabuhan. Kerusakan hanya sedikit. Kebakaran berhasil dipadamkan. Pesawat pembom terdapat 2 macam, dan terbang tinggi sekali. Ada beberapa tempat di Ambon yang diserang dengan senapan mesin. Satu orang penduduk sipil tewas.
Tentang pertempuran di Minahasa belum ada kabar.

Biwara Wadyabala No. 40 (18 Januari)
Medan pada tanggal 16, setelah sebelumnya dikabarkan diserang pada jam 12, kembali diserang pada jam 15.42. Yang menyerang adalah pesawat pembom 13 buah yang menjatuhkan bom sebanyak 8 buah yang jatuh di sekitar gedung golf – club. Tidak ada yang tewas bahkan kerusakan tidak ada.
Malam esoknya 17 Januari, landasan udara di Sumatra Tengah diserang pesawat pembom 7 buah selama kurang lebih satu jam yang menimbulkan kerusakan. Serangan tersebut menyebabkan tewasnya beberapa orang dan 30 orang terluka. Kabar lebih jelas masih menunggu.
Di Ambon sering sekali muncul tanda bahaya. Ini dilakukan karena ada pesawat pembom berjumlah 4 buah menyerang namun tidak ada yang tewas maupun terluka dan kerusakan.  

Larangan tidak boleh menyimpan uang kecil dalam jumlah banyak

Larangan menambah atau mengurangi jumlah uang saat menukarkannya

Menjaga stabilitas ekonomi masyarakat

Detail harga eceran untuk barang yang beredar

Pengumuman dari Redaksi Balai Pustaka

Berbagai surat keputusan dari Komandan KNIL alias Legercommandant

Iklan yang sangat cocok mewakili masa tersebut....

Mungkin bagi beberapa orang atau tepatnya anak muda, perang adalah sesuatu yang keren atau cool. Namun seperti Napoleon Bonaparte katakan, "Jika engkau sudah menyaksikan perang, kau akan bersumpah kamu tidak akan mau mengalaminya kembali". Maka seharusnya kita bersyukur kita hidup dimasa damai seperti ini. Dan jangan sampai kelak, majalah yang beredar pada masa sekarang akan mengikuti Kajawen ini...

Usia: 20 Januari 1942

Tidak ada komentar:

Posting Komentar