Oude Indonesie

Oude Indonesie
Nederland oost-indië hier komen we!

Zoeklicht

Zoeklicht
We zullen de kolonie te verdedigen!

Which side are you? Voor het koninklijke or demi Republik?

Which side are you? Voor het koninklijke or demi Republik?
Which side are you? Voor het koninklijke or demi Republik?

Rabu, 29 Juni 2016

Personal Tale - BD TNI - Suriname

Setelah Heiho dan TBS, yang terakhir dan yang paling unik adalah Suriname. Suriname? Anda pasti tidak pernah membayangkan apa hubungan Suriname disini kan? Siapkan diri anda karena Suriname disini adalah profil seorang Sersan Staf yang kaya akan sejarah! 
Medali Oorlogsherinneringskruis
Sumber
Samsoeri adalah seorang Jawa yang lahir di Medan pada 22 Juli 1919. Namun nantinya bersama dengan orang tuanya, dia pindah ke Suriname. Nah ini yang saya maksudkan Suriname disini. Namun cerita belum selesai .... Saat Perang Dunia II pecah, dia berinisiatif untuk bergabung dengan dinas kemiliteran. Alhasil pada tahun 1942 dia secara sukarela bergabung dengan militer Suriname dan ditempatkan di Batalion Infanteri III di Detasemen Albina. Namun mungkin dengan menurunnya ancaman Jepang terhadap Sekutu terutama terhadap keamanan Suriname, dia memutuskan untuk mundur pada tahun 1944. Namun selang beberapa bulan, dia kembali mendaftarkan diri secara sukarela dan kali ini Pemerintah Belanda menempatkan dia di Pasukan Kompi II Seberang Lautan. Beberapa bulan kemudian, dia dikirim ke Australia untuk bergabung dengan pasukan KNIL, tepatnya di Batalion I KNIL. Posisi Samsoeri tidaklah lama disini, karena nantinya dia ditempatkan bersama pasukan Divisi 93 Amerika!  Di waktu yang bersamaan, terjadi reorganisasi dalam tubuh KNIL dan seharusnya Samsoeri pindah ke pasukan Batalion Infanteri I. Namun dia dianggap sebagai orang yang sedang dinas diluar. Di Divisi 93 ini, Samsoeri ikut serta pada pertempuran di Morotai dan Biak menghadapi pasukan Jepang. Selang 6 bulan, setelah menghadapi pasukan Nippon di Papua, Samsoeri pindah penempatan dengan pasukan lain. Kali ini dengan Divisi 7 Australia! Bukan itu saja, nantinya dia ikut serta dalam pendaratan di Balikpapan. Tentu saja, Samsoeri disana bersua dengan lawannya yang sudah dia kenal yaitu pasukan Jepang. Aksinya di Balikpapan ini adalah aksi Samsoeri terakhir pada Perang Dunia II. Dia diganjar medali Oorlogsherinneringskruis dengan buckle atau peneng OOST-AZIË-ZUID-PACIFIC 1942-1945 oleh Pemerintah Belanda nantinya.
4 Emblem Pasukan yang diikuti oleh Samsoeri di Perang Dunia II
Pasukan TRIS atau Troepenmacht in Suriname
Sumber

Pasukan 1e Bataljon KNIL atau Infanterie 1
Sumber

Pasukan Amerika 93rd Infantry Division
Sumber

Pasukan Australia 7th Division
Sumber

Seperti prajurit KNIL lainnya, Samsoeri ikut serta diterjunkan ke Indonesia. Mungkin saja kembalinya dia ke Indonesia tepatnya ke Jawa setelah berpuluh-puluh tahun merantau bisa membuat dia trenyuh? Pada medio bulan Oktober 1945, dia diturunkan ke Pelabuhan Tanjung Priok. Tahun berikutnya dia naik pangkat menjadi Soldat Eerste Klasse. Tidak diketahui apakah dia pernah berperang melawan para gerilyawan TNI disini namun pada tahun 1947, dia berdinas di Bogor. Sejak saat itu dia bisa dibilang tidak pernah di garis depan lagi. Karena dia lebih banyak di garis belakang atau menjadi staf. Pada tahun 1948, dia menjadi Staf Detasemen Divisi B di Semarang
Sumber

Akhir tahun 1948, dia dipindah lagi. Kali ini dia tidak menjadi pasukan Infanteri dengan pangkat Prajurit 1 lagi namun menjadi personel Korps Militair Bureau Personeel. Kurang diketahui dimana tempat kerja baru Samsuri, namun ada kemungkinan masih di Jawa Tengah. Keputusan pemindahan ini bisa jadi menjadi penanda bahwa Samsoeri resmi bukan menjadi petarung garis depan lagi. Namun ada yang unik dari keputusan ini pula, Karena pada tahun ini dia mendapat penghargaan buckle untuk medali Oorlogsherinneringskruis-nya. Apakah Militer Belanda seakan memberi kemudahan kepada para veteran Perang Dunia II agar berdinas di garis belakang? Kehilangan seorang veteran Perang Dunia II, bisa berakibat buruk pada moral pasukan secara keseluruhan. Pada tugasnya digaris belakang, Samsoeri bahkan mendapat kenaikan gaji menjadi f. 42. Sepertinya Samsuri menikmati masa "pensiun dini" disini. Pertengahan tahun 1950, saat rencana peleburan pasukan KNIL dengan pasukan APRIS sudah mendekat, Samsoeri untuk terakhir kalinya berpidah tugas. Kali ini di Bataljon Infanterie XXV atau Andjing NICA Itam, kemungkinan masih di Jawa Tengah.
Sumber

Akhirnya kurang dari 3 minggu setelah pemindahan dia, Samsoeri resmi menjadi bagian dari TNI. Selain mendapat kenaikan pangkat menjadi Sersan Tituler, dia mendapat gaji berkali lipat menjadi 200 rupiah. Seperti karirnya di masa Revolusi Kemerdekaan, Samsoeri berkali-kali pindah penempatan. Nantinya dia mendapat pangkat Sersan murni dan sepertinya dia dapat dikatakan dimanjakan. Karena salah satu jabatan barunya nantinya adalah fourier atau prajurit perbekalan. Dan kulminasinya adalah saat Samsoeri menjadi Staf dan sekaligus menjadi Anggota Welfare. Dapat dikatakan, perjuangan Samsoeri di Perang Dunia II mendapat hasilnya dimasa damai untuk dia pribadi. Maka jika anda bertanya-tanya, apakah pernah ada orang Suriname yang bergabung dengan TNI, maka Samsoeri-lah jawabannya.
Buku Dinas Samsoeri disini termasuk unik pula. Karena warnanya yang berbeda yaitu merah dan bukannya hijau. Mungkin warna merah disini adalah warna untuk para tentara yang tergabung dalam staf. Seperti yang kita tahu, Samsoeri disini berpangkat Sersan Staf dan berbeda dengan Soepardi dan Paimin yang merupakan prajurit Infantri.
Mungkin karena pangkat staf, warna buku dinas disini berwarna merah dan bukannya hijau

Buku memakai model Pers 55 dengan nomor 081676. Dicetak oleh percetakan "Expres" nomor 2772 dan dilengkapi stempel Kepala Staf

Halaman berikut terdapat tempat klise foto Samsoeri beserta foto, tanda tangan dan cap jari tangan. Kita bisa mengetahui pula nomor induk Samsoeri yaitu 125817

Biodata Samsoeri yang juga memperlihatkan dia mempunyai tinggi 160 cm dan bergolongan darah A.
Terlihat pula nama orang tua dan mertuanya yaitu Saidjo - Saminem yang bertempat tinggal di Suriname serta Abdul Wahab - Marijem. Kita bisa melihat pula bahwa istri Samsoeri yaitu Lamjati adalah istri kedua. Samsoeri dikaruniai 3 orang anak yaitu Soeprati, Soelistijo, dan Bambang 

Samsoeri mengecap pendidikan L.O. yang mungkin adalah Lager Onderwijs.
Kita bisa melihat pula gaji Samsoeri saat buku ini terbit yaitu 200 rupiah

Catatan cuti dan penghargaan yang diterima oleh Samsoeri

Catatan kedinasan yang memperlihatkan perpindahan tempat dinas Samsoeri di TNI

Riwayat hidup Samsoeri yang paling unik yang pernah saya temui

Jadi akhir kata dibandingkan 2 buku dinas lainnya, buku dinas ini jelas yang paling unik dan kaya akan sejarah. Maka post veteran nomaden ini (bersama dengan laskar romantis dan legiun problematik) mengakhiri Personal Tale Buku Dinas TNI untuk saat ini.


Usia: 1955

Sumber:
https://en.wikipedia.org/wiki/Battle_of_Biak
https://en.wikipedia.org/wiki/Battle_of_Morotai

Tidak ada komentar:

Posting Komentar