Oude Indonesie

Oude Indonesie
Nederland oost-indië hier komen we!

Zoeklicht

Zoeklicht
We zullen de kolonie te verdedigen!

Which side are you? Voor het koninklijke or demi Republik?

Which side are you? Voor het koninklijke or demi Republik?
Which side are you? Voor het koninklijke or demi Republik?

Rabu, 11 Mei 2016

Personal Tale - BD TNI - TBS

Setelah Soepardi berikutnya adalah TBS. Apa itu TBS? TBS adalah singkatan dari Territoriaal Bataljon Soerakarta atau pewaris dari Legiun Mangkunegara di Surakarta. Dan prajurit satu bernama Paimin yang dimaksudkan disini
Pabrik gula Mojo
Sumber
Awalnya Paimin yang bekerja di pabrik gula Mojo di Sragen dari bulan Maret 1942 hingga Desember 1948 mendaftarkan diri secara sukarela untuk bergabung dengan pasukan KNIL / Federal di Semarang pada bulan Oktober 1949. Saat itu dia mendapat masa tugas selama 2 tahun dan mendapat pangkat Soldat Eerste Klasse atau Prajurit Satu. Ada kemungkinan Paimin awalnya masih dalam pelatihan atau sebagai tentara cadangan, karena pasukan pertama yang dia ikuti pertama adalah Depot Infanterie 9 di Malang. Mungkin karena kondisi kota Solo yang belum kondusif maka dia sempat dikirim ke Surakarta atau Solo untuk bergabung dengan Territoriaal Bataljon I di Surakarta pada 26 Oktober 1949. Namun karena status dia sebagai pasukan cadangan maka dia berulang kali bolak balik Malang - Solo dari medio bulan November 1949 hingga Maret 1950. Namun yang pasti sebelum akhirnya dia bergabung dengan APRIS / TNI, jabatan KNIL terakhir dia ada di Depot Infanterie 9. Meskipun saat dia bergabung dengan TNI dia bukan anggota TBS lagi, namun dapat dikatakan dia adalah satu dari beberapa tentara terakhir yang sempat bergabung dengan Legiun Mangkunegara sebelum pasukan tersebut benar-benar bubar untuk selamanya. Saat di TBS tidak diketahui apakah dia pernah bertempur melawan pasukan Indonesia.
Salah satu lambang
Kadipaten Mangkunegara
di jaman Belanda
Sumber
Seperti yang dimaksudkan sebelumnya, TBS dibentuk di Surakarta paska Agresi Militer Belanda II (Aksi Polisionil dari kacamata Belanda) medio tahun 1949. Lama pembentukannya pun tidaklah lama hanya beberapa bulan hingga digabungkannya pasukan ini kedalam APRIS (Angkatan Perang Republik Indonesia Serikat) pada tahun 1950. Pasukan yang dipimpin oleh Luitenant Kolonel R.M. H.S. Notohatmodjo, komandan yang sama sebelum Perang Dunia II pecah. Legiun Mangkunegara yang baru ini berjumlah 656 orang yang terdiri dari 6 kompi pasukan. Selama eksistensinya, pasukan ini sering berjibaku dengan Tentara Pelajar (TP), bahkan sempat dibumbui peristiwa berpindah pihaknya satu kompi pasukan TBS ke pihak Indonesia dengan perantara pasukan TP.
Di TNI sendiri, sama seperti Soepardi awalnya dia mendapat pangkat Prajurit Dua dan nantinya dipromosikan menjadi Prajurit Satu. Sayangnya dia mendapatkan banyak hukuman karena kemalasannya. Salah satu hukuman mungkin dikarenakan adanya konflik intern rumah tangganya yaitu perceraian dengan istrinya. Setelah dia dipindah tugas, dia mempunyai anak kembali tetapi tidak ada catatan apakah dia menikah lagi atau tidak.
Uniknya dari buku dinas Paimin disini adalah beberapa penjelasan kariernya ditulis dalam bahasa Belanda. Menariknya penjelasan tersebut berganti menjadi bahasa Indonesia saat memasuki tahun peralihan kedaulatan yaitu tahun 1950. 
Paimin saat itu menempelkan kertas yang berisi informasi nama, pangkat, dan NRP (Nomor Register Prajurit) 142904.
Sedangkan angka 40, masih belum diketahui maknanya

Angka model buku memakai angka romawi yaitu LV.
Percetakan yaitu "Expres" dengan nomor "2772"

Rekonstruksi foto Paimin berdasarkan dari klise negatif film yang terdapat didalam amplop
Foto pada bagian muka sudah tidak ada. Anehnya tidak tersisa sidik jari  maupun tanda tangan di halaman ini pula.
Kita juga bisa melihat buku memiliki nomor 082323

Paimin disini mempunyai nama lengkap Paimin Resopawiro yang merupakan nama ayahnya.
Uniknya Paimin menulis nama ibunya sama dengan nama ayahnya.
Selain itu pula kita juga bisa melihat nama istrinya yaitu Seneng dan kedua anaknya yaitu Sih Soeprijanto yang lahir pada tahun 1955 dan Titin Sulistiati yang lahir pada tahun 1963 

Untuk pendidikan sendiri, Paimin mengikuti Sekolah Rakyat seperti halnya pendidikan dasar pada masanya.
Kita juga bisa melihat bahwa Paimin diangkat menjadi TNI pada tahun 1950 dengan pangkat Prajurit Dua

Uniknya Paimin disini mendapatkan suntikan T.A.D. pada tahun 1952

Untuk cuti, Paimin termasuk sering mengambilnya

Catatan disiplin Paimin dapat dibilang kurang yaitu dengan adanya 3 catatan hukuman.
Uniknya hukuman ketiga tercatat lebih tua dibandungkan 2 hukuman lainnya

Catatan riwayat hidup Paimin yang ditulis dalam bahasa Belanda dan Indonesia

Paimin juga sempat dirawat di rumah sakit, namun tidak diketahui penyebabnya

Catatan bahwa Paimin menceraikan istrinya yaitu Seneng pada tahun 1955.
Apakah mungkin perceraiannya menyebabkan disiplin dia menjadi berkurang ???
Selain itu pula, dia dipindah tugaskan pada tahun 1958

Mungkin buku dinas ini salah satu yang jarang ada, karena tentang bekas seorang pasukan pribumi bentukan Belanda yang berumur kurang dari setahun. Meskipun track record Soepardi kurang cemerlang karena efek perceraiannya dengan Seneng, namun buku dinas yang terakhir kali tercatat pada tahun 1963 ini tetaplah menempati posisi yang unik.


Usia: 1955.


Sumber:
Cats, B.C.: Hulpkorpsen in voormalig Nederlands-Indië: hun uniformering en onderscheidingstekenen [1812-1942]. In: Armamentaria 1988, pp. 149-171

Tidak ada komentar:

Posting Komentar