Oude Indonesie

Oude Indonesie
Nederland oost-indiƫ hier komen we!

Zoeklicht

Zoeklicht
We zullen de kolonie te verdedigen!

Which side are you? Voor het koninklijke or demi Republik?

Which side are you? Voor het koninklijke or demi Republik?
Which side are you? Voor het koninklijke or demi Republik?

Minggu, 19 Februari 2017

Mark I Despatch Rider Hong Kong

Sudah lama sekali saya tidak meng-share helm disini. So ini saatnya saya memperlihatkan salah satu helm unik yang saya miliki, helm Hong Kong "Mark I Despatch Rider". Anda pasti tidak pernah mengira bahwa helm ini dari Hong Kong bukan? Seharusnya helm ini dari Inggris namun helm ini membawa bukti bahwa helm ini berasal dari tanah kelahiran Jackie Chan.
Pertama - tama, mari kita bahas sejarah helm "Mark I Despatch Rider" terlebih dahulu. Helm ini dibuat untuk menggantikan helm "Mark II" yang juga dipakai oleh pasukan infanteri Inggris. Namun helm tersebut mengalami kekurangan. Kekurangan tersebut berupa kontur helm yang tidak melindungi keseluruhan kepala pengendara terutama saat pengendara terjatuh. Pada tahun 1939 diambil keputusan untuk mengganti helm tersebut dengan "Crash Helmet" yang dibuat berdasarkan helm "Cromwell". Namun karena helm tersebut dibuat dari bahan yang tidak tahan terhadap pecahan peluru artileri maka "Mark II" tetap dibawa untuk sekedar cadangan.
Situasi tersebut bertahan hingga awal tahun 1941 dimana Departemen Perang Inggris merencanakan untuk memperkuat "Crash Helmet" agar tahan dari pecahan peluru artileri. Maka pada bulan Mei 1941, diambil keputusan untuk membuat helm baru berdasarkan dari helm "Mark II Para". Selagi menunggu perkembangan, helm "Crash Helmet" tetap dipakai dan secara resmi digunakan di 3 angkatan perang Inggris pada Desember 1941. Akhirnya pada tahun 1942, helm "Mark I Despatch Rider" resmi muncul. Helm tersebut tetap dipakai oleh Inggris hingga tahun 1960-an.

Kembali lagi ke helm milik saya, dari aspek sejarah tidak mungkin helm ini dibuat pada era sebelum Perang dunia II pecah. Karena Hong Kong diinvasi Jepang pada Desember 1941. Jadi kita bisa asumsikan bahwa helm ini buatan pasca Perang Dunia II. Uniknya liner helm ini mempunyai model yang berbeda dengan helm yang diproduksi oleh Inggris. Letak perbedaan terdapat pada tidak adanya bagian untuk menahan benturan di bagian depan dan model jahitan.
Liner Helm
Untuk helm buatan Inggris, seharusnya disini terdapat bagian penahan benturan
Tali penahan sudah tidak ada

Untuk Hong Kong sendiri, sebenarnya mereka sudah bisa membuat liner sebelum Perang Dunia II pecah. Bukan tidak mungkin mereka sudah bisa membuat helm Mark II pula. Model stempel Hong Kong yang digunakan pada helm ini, serupa dengan helm Mark II berikut. Produsen liner serta ukuran liner tertera pada helm. Untuk helm Despatch Rider yang saya punya, sayang stempel untuk produsen liner kurang jelas namun untuk ukuran liner berupa ukuran 1.
Stempel Marking Helm

Yang menjadi pertanyaan sekarang, kepada unit TNI mana helm ini dipakai? Namun sebelumnya kita telusuri jejak awal Despatch Rider di Indonesia terlebih dahulu. Helm ini awalnya kemungkinan sudah dibawa oleh pasukan Inggris yang datang pada tahun 1945, Lalu estafet eksistensi helm ini dilanjutkan oleh KNIL sesudah Inggris pergi dari Indonesia. Salah satu unit KNIL yang memakai helm tersebut adalah KST alias Korps Speciale Troepen. Despatch Rider juga sempat terlihat dipakai oleh pasukan elit KNIL tersebut dalam serangan ke Yogyakarta pada tahun 1948. Dengan ear flap-nya, helm tersebut terlihat berbeda dengan helm Mark II PARA. 
Sumber
Sumber
Sumber
Sumber
Sumber

Pada era pengakuan kedaulatan, helm - helm tersebut seperti halnya peralatan militer lainnya diambil alih oleh TNI. Sayang, sedikit sekali dokumentasi di internet tentang pasukan TNI yang memakai helm Despatch Rider. Hanya 1 buah foto yang menggambarkan pasukan yang dilengkapi helm tersebut. Pasukan tersebut adalah Satgas POMAD (Polisi Militer Angkatan Darat) yang merupakan pasukan pengawal presiden pengganti pasukan Cakrabirawa pada era tahun 1966 - 1970. Terlihat di bawah ini helm dicat berwarna putih standar helm polisi militer TNI dan dipakai oleh pasukan bersepeda motor. Artinya helm tersebut digunakan sesuai dengan tujuan dibuatnya helm tersebut sejak awal.
Sumber

Bagaimana dengan Hong Kong? Sejak kapan helm buatan Hong Kong ini beredar di Indonesia? Menurut saya ada 2 kemungkinan. Yang pertama, helm tersebut bisa saja diboyong oleh KNIL pada saat pembentukan ulang pasukannya. Yang kedua, helm dibeli pada era tahun 1950-an hingga masa Operasi Dwikora. Bisa saja helm tersebut ikut dibeli bersama dengan kain Depison buatan Hong Kong (tiruan kain Denison) yang dipakai oleh pasukan RPKAD dibawah ini.
Sumber

Jadi inilah data salah satu helm unik yang saya punya. Semoga bisa membantu anda semua. :)


Usia: 1942 - 1960

Rabu, 15 Februari 2017

Wij Strijden Met De Teekenstift - De Bliksem-Oorlog

Kembali kita menyaksikan karya "Kick" Hofer yaitu Wij Strijden Met de Teekenstift.
Ironi dan ironi lagi. Kali ini ironi tersebut disandingkan oleh Hofer pada strategi perang Jerman saat itu yaitu blitzkrieg.
Blitzkrieg atau dalam bahasa inggrisnya yaitu lightning war dan dalam bahasa belandanya yaitu "De Bliksem Oorlog" digambarkan Hofer sebagai seekor siput. Siput yang ditunggangi oleh Hitler memang bukan tidak biasa rupanya, karena siput tersebut mempunyai kepala Hermann Goring. Kepala Luftwaffe (Angkatan Udara Jerman) yang juga menjabat pangkat tertinggi Wehrmacht (Angkatan Bersenjata Jerman) yaitu Reichmarschall dipandang sebagai orang terkuat Jerman kedua setelah Hitler. Alhasil dia digambar oleh Hofer disini lengkap dengan model pesawat tempur pada wajahnya.
Uniknya pula pada sungut siput Goering terdapat 2 perwira dari cabang ketentaraan berbeda. Yang pertama adalah memakai seragam laksamana yang bisa kita asumsikan adalah Laksamana Agung Kriegsmarine (Angkatan Laut Jerman) yaitu Erich Raeder. Yang kedua adalah seorang memakai stahlhelm (helm baja Jerman) dan mantel, kita asumsikan dia adalah orang Heer (Angkatan Darat Jerman). Setelah terdapat figur Goering dan Raeder sebagai kepala, maka bisa kita ambil kesimpulan jenderal Heer disini adalah Walther von Brauchitsch yang saat itu menjabat Komandan Heer saat Hofer membuat karyanya ini.
Super siput disini memang dibuat Hofer sebagai perlambang kekuatan perang Jerman yang dianggap mulai melamban pasca gagalnya Jerman menginvasi Inggris. Secara sinis, Hofer menambahkan hiasan - hiasan petir yang terdapat tulisan "Latente Dreiging der Soviets" (Bahaya Laten Soviet), "Blokade" (Blokade), "Moedeloosheid in Duitschland" (Keputusasaan di Jerman), "Britsche Opmarsch in Afrika" (Gerak Maju Inggris di Afrika), "Generaal Winter" (Jenderal Musim Dingin - untuk yang ini, Hofer membuat ramalan yang kitu dan kelak akan terbukti pada akhir tahun), "Grieken" (Yunani), "Italie 's Onbetrouwbaarheid" (Ketidakandalan Italia), "R.A.F. Bombardementen" (Pemboman RAF - Angkatan Udara Inggris), "Amerika's Hulp" (Bantuan Amerika) dan "Lijdelijk Verzet in Bezette Gebieden" (Perlawanan Pasif di Daerah Pendudukan). Petir - petir disini secara ironi mempunyai pembanding negatif dibanding dengan arti sesungguhnya dengan blitzkrieg. ... Hitler tetap melakukan perang kilat terhadap Inggris. Namun kilatnya menyambar dia sendiri ... 


Usia: 1941