Oude Indonesie

Oude Indonesie
Nederland oost-indiƫ hier komen we!

Zoeklicht

Zoeklicht
We zullen de kolonie te verdedigen!

Which side are you? Voor het koninklijke or demi Republik?

Which side are you? Voor het koninklijke or demi Republik?
Which side are you? Voor het koninklijke or demi Republik?

Selasa, 02 Juni 2015

Happy Birthday ! - Voorschrift Geheime Berichtenwisseling 1934

Gelukkige Verjaardag! atau Selamat Ulang Tahun.

Yap kalimat yang cocok untuk buku ini. Tepat 81 tahun yang lalu, seorang prajurit KNIL membeli buku mungil atau tepatnya manual berdimensi 10,5 cm x 14 cm ini. Namun buku setebal 51 halaman ini tidak bisa dianggap remeh. Karena ini mengajarkan tentang kode-kode rahasia alias sandi rahasia yang dipakai oleh KNIL.
Tidak semua tentara mendapatkan buku ini, beberapa diantaranya yang boleh mempunyainya adalah perwira dari Staf Jenderal; Perwira dan Onder Luitenant Luchtvaartafdeeling alias dinas Angkatan Udara KNIL dan Bagian Topografi; Europeesch Sergeant atau Sersan Eropa dari Zeni; perwira-perwira dari bagian Administrasi Militer; Onder Officier Eropa yang juga instruktur latihan; Sersan Eropa dari Infantri, Kavaleri, Artileri, dan Angkatan Udara; dan lain sebagainya. Intinya tidak ada prajurit Inlander alias pribumi yang bisa mendapatkan buku ini.
Isi dari buku ini berupa:
  • Siapa saja yang boleh mempelajari pengetahuan perkodean
  • Pendahuluan
  • Bab I - Persandian
  • Bab II - Penggunaan taktis dan teknis persandian
  • Bab III - Kode, transmisi, huruf-huruf rahasia dan nama samaran
  • Bab IV - Singkatan sandi, kode U - Lap dan kode J
  • Bab V - Penggunaan sandi oleh komando radio dari artileri ke pesawat terbang, pada radiografis untuk membatalkan komando tembakan artileri, dan sinyal radio yang direkam melalui sinyal U - Lap oleh pesawat terbang
  • Bab VI - Sinyal kembang api dan sinyal atau tanda lain tidak tertulis yang bisa dikirim melalui telepon, mesin telegram, radio, dan U - Lap
Kover buku yang termasuk lux dan sangat berbeda dengan buku-buku dengan tema yang sama pada jamannya. 

Dulunya buku ini dimiliki oleh seorang Europeesch Sergeant atau Sersan Eropa atau Sersan kelas 1 bernama Speil. Dan seperti yang saya jabarkan diawal, Mijn Heer Speil membeli buku ini pada tanggal 2 Juni 1934 













<<< Seragam Blauw Attila Europeesch Sergeant untuk artileri. 
Seragam ini adalah groot tenue atau PDU (Pakaian Dinas Upacara) untuk para tentara non-perwira saat itu.






Sumber gambar: Marktplaats


Pangkat chevron Europeesch Sergeant  >>>
Pangkat ini dapat dibilang tidaklah populer, karena sesuai namanya, pangkat tersebut diberikan kepada orang Eropa saja.






Sekali lagi Sersan Speil menandatangani buku ini. Apakah mungkin 2 huruf didepan namanya adalah J. M. ?
Jika kita perhatikan buku yang dicetak Dinas Topografi ini berharga f. 0,12 dan sudah pasti hanya diperdagangkan di dalam KNIL sendiri 

Para tentara yang boleh mempunyai buku ini tercantum pada halaman pertama buku

Jenis kode ...

.... dapat dibilang rumit ...

... bahkan Speil mempelajari dengan tekun buku ini.
Dibuktikan dengan coretan-coretan dia pada beberapa bab

Salah satu bukti bahwa buku ini memang benar-benar khusus dicetak di Hindia Belanda adalah adanya penggunaan contoh kalimat Tangkoeban Prahoe yang tidak lain adalah gunung Tangkuban Perahu di Jawa Barat

Kover belakang buku yang memperlihatkan sekali lagi bahwa buku ini dicetak oleh Dinas Topografi.
Apakah mungkin Klein adalah seorang Sersan Eropa Topografi?

Prajurit ini (yang sering kita jumpai di blog ini entah karena populer atau dia memang kebetulan sering nongol sesuai dengan judul blog) adalah salah satu yang bertanggung jawab untuk sinyal melalui radio, mesin telegram dan sinyal tidak tertulis seperti memakai bendera. Tugas yang mempunyai tanggung jawab tinggi untuk seorang inlander seperti dia pada masanya. Namun bisa saja dia tidak diberi tugas untuk memecahkan kode tersebut. Hanya mengirimkan dan menerimanya saja.
Silahkan dibaca kenapa dia mendapatkan tugas tersebut


Usia: dibuat pada tahun 1934

Jumat, 29 Mei 2015

Indisch Verslag 1931 - Numbers Numbers Everywhere !

"Tidak terduga"
Ya itu adalah reaksi saya saat saya mendapatkan buku ini. Buku setebal 536 halaman dan berdimensi 18,5 cm x 26 cm ini memuat secara lengkap statistik keadaan Hindia Belanda pada tahun 1930. Meskipun hanya berisi angka-angka belaka, namun tidak pelak siapapun dapat membayangkan bagaimana kondisi Hindia Belanda pada masa rust en orde saat itu. Belum lagi adanya transliterasi Bahasa Inggris disini membuat semakin gampang orang untuk mengerti buku ini.
Konten buku terdiri dari:

  1. Wilayah
  2. Meteorologi
  3. Populasi
  4. Kondisi kesehatan serta ketersediannya
  5. Kondisi intelektual masyarakat
  6. Aliran kepercayaan
  7. Hukum
  8. Kondisi sosial dan ekonomi masyarakat
  9. Produksi
  10. Perdagangan
  11. Harga, nomor indeks dan biaya hidup
  12. Mata uang, perbankan dan kredit
  13. Komunikasi
  14. Subyek penting
  15. Organisasi negara
  16. Keuangan negara
  17. Pemerintahan otonomi
  18. Perwakilan dewan dan lokal
  19. Dana lokal
  20. Daerah lokal
Kover buku yang uniknya terdapat tulisan sang pemilik sebelumnya.
Sepertinya dia mendapatkan buku ini pada tanggal 27 November 1931

Buku selesai disusun pada 5 Oktober 1931 dan Kepala Kantor Pusat Statistik J. van Gelderen membuat pendahuluan disini

Daftar isi.
Anda semua bisa melihat betapa lengkapnya konten dalam buku ini

Berhubung blog ini tentang militer maka saya tampilkan pula konten militer pada buku ini.
Menariknya pula terdapat pula statistik tentang persenjataan pasukan KNIL

Statistik militer pada buku ini juga terdapat pula Angkatan Laut Belanda pada masa itu

Salah satu dari keunikan buku ini.
Statistik monogami dan poligami oleh kaum inlander atau pribumi
dan juga oleh kaum vreemde oosterlingen alias kaum timur jauh

Contoh yang unik pula yaitu statistik hiburan bioskop saat itu.
Kita lihat Hollywood sudah menginvasi Hindia Belanda jauh sebelum film semacam The Avenger tayang disini

Salah satu contoh statistik militer.
Jumlah pasukan hulpkorpsen atau Korps Pembantu KNIL yaitu Legiun Mangkunegaran dan Barisan Madura yang terdapat di Bangkalan, Sumenep dan Pamekasan.
Jika saja Legiun Pakualaman masih eksis dan Korps Prayoda sudah dibentuk, mereka pasti ikut ditampilkan disini
(Legiun Pakualaman dibentuk pada tahun 1812, dibubarkan pada tahun 1892 dan dibentuk ulang pada tahun 1940 serta bubar kembali pada tahun 1942.
Sedangkan Korps Prayoda dibentuk pada tahun 1936, bubar pada tahun 1942 dan dibentuk ulang pada tahun 1946.
Untuk tambahan saja, Legiun Mangkunegaran dibentuk pada tahun 1808, sempat bubar pada tahun 1811 dibentuk kembali pada tahun 1812, bubar lagi pada tahun 1942 dan dibentuk kembali pada tahun 1949 namun dengan nama berbeda yaitu pasukan Territoriaal Bataljon Soerakarta atau TBS yang sangat dikenal oleh pasukan Tentara Pelajar di Solo. Untuk Barisan Madura sendiri, mereka semua secara resmi dibentuk pada tahun 1831, bubar pada tahun 1942 dan dibentuk ulang pada tahun 1947 dengan nama Barisan Tjakra Madoera. Dari keempat hulpkorpsen menjelang Perang Dunia II, hanya Legiun Pakualaman yang tidak dibentuk ulang oleh Belanda lagi saat masa revolusi kemerdekaan karena Yogyakarta yang merupakan basis pasukan tersebut adalah ibu kota dan basis perjuangan dari pasukan Indonesia)

Sebagian statistik untuk Angkatan Laut Belanda di Hindia Belanda.
Sangat menarik bahwa perwira Angkatan Laut disini tidak ada dari golongan Inlander atau pribumi

Kesimpulannya adalah meskipun buku ini namun this book is a treasure. Terutama bagi ahli statistik, peneliti dan sejarawan that is. :3


Usia : dibuat pada tahun 1931