Kali ini saya akan memperlihatkan koleksi yang mungkin dibilang unik. Piala yang kemungkinan diberikan kepada para Bupati Jawa pada masa Belanda.
Piala ini memang terlihat tidak biasa karena inskripsinya. Terbuat dari bahan lapis perak (silver plate), piala meskipun kecil (hanya mempunyai tinggi 12 cm) namun terkesan apik. Pada kaki piala kita bisa lihat ukiran seperti mutiara yang berbaris mengelilinginya. Barisan mutiara juga terlihat pada badan kaki piala pula yang membuat piala ini semakin menarik untuk dilihat.
Bagian tangkai pegangan piala juga terdapat detil pada bagian dalamnya. Namun sayangnya kondisi sudah tidak sempurna karena tangkai piala ada yang sudah lepas.
Di muka piala terdapat aksara Jawa.
Yang pertama adalah
aksara Murda "Pa". Aksara ini hanya digunakan untuk menulis nama orang penting atau terkenal dan nama tempat yang terkenal pula. Selain itu pula, pada aksara ini terdapat
sandhangan wyanjana cakra. Alhasil aksara ini berbunyi "Pra".
Sedangkan tulisan jawa dibawahnya adalah angka jawa 1 8 6 9.
Piala ini memiliki sebuah
marking di bagian kaki.
Marking adalah dari pabrik
F.W. Quist dari Esslingen am Neckar Jerman. Pabrik perak ini pertama kali berdiri pada tahun 1866. Meski dikenal sebagai penghasil peralatan perak, Quist juga dikenal sebagai produsen
stahlhelm pada Perang Dunia II.
Kualitas helm mereka juga terbilang sangat baik. Namun pabrik bersejarah ini bangkrut pada tahun 1981 dan diambil alih oleh pabrik BMF.


Mengapa saya menyebut piala ini adalah piala untuk bupati? Ini dikarenakan aksara Murda-Cakra "Pra" pada piala. Menurut kamus Baoesastra Djawa karangan W.J.S. Poerwadarminta tahun 1939, kata "Pra" adalah pemendekkan 1 suku kata dari "Para". "Para" sendiri mempunyai 2 suku kata. Arti dari "Para" salah satunya adalah bupati. Ada kemungkinan piala ini diberikan kepada para bupati yang diangkat pada tahun 1938/1939. Atau bisa saja, ada acara penting pada tahun tersebut maka dibuatlah kenang - kenangan bagi para bupati. Jika kita melihat bahwa yang menerima adalah para bupati, wajar kalau piala yang diberikan adalah piala yang kualitasnya tinggi, buatan Jerman pula!
Yang jadi pertanyaannya, siapa yang memberi piala ini? Apakah pemerintah Hindia Belanda? Ataukah keraton misalnya keraton Kasunanan Surakarta? Jika kita menilik piala yang kental dengan kejawaannya terutama penggunaan angka tahun Jawa, kemungkinan piala ini diberikan oleh pihak keraton.
Para Bupati Keraton di belakang Patih
Pada acara Garebeg Mulud tahun 1938
Sebagai pembanding,
link berikut ini memuat foto seorang Bupati Surabaya yang berpose bersama piala perak. Hanya saja piala berbentuk jauh lebih besar dibanding piala kita ini.
Ada pula motif mutiara juga dipakai pada
piala lomba atletik untuk Sekolah Jawa sumbangan
Gouverneur Generaal Dirk Fock pada tahun 1924. Apakah mungkin piala lomba ini adalah buatan Quist pula?
Pertanyaan berikutnya adalah kapan piala ini dibuat? Sayang saya masih belum bisa menemukan sejarah lengkap Quist atau minimal katalog yang memperlihatkan piala ini ...
Ruang Piala Quist tahun 1905
Jadi inilah piala untuk para Bupati Jawa. Mungkin piala ini pada masanya dianggap barang mewah, meskipun bentuknya yang kecil. Namun gengsi dari piala ini memang tidaklah kecil. Jika anda mempunyai pendapat berbeda tentang asal usul piala ini, jangan sungkan untuk berkomentar. :)
Usia: 1938/1939
Tidak ada komentar:
Posting Komentar