Oude Indonesie

Oude Indonesie
Nederland oost-indiƫ hier komen we!

Zoeklicht

Zoeklicht
We zullen de kolonie te verdedigen!

Which side are you? Voor het koninklijke or demi Republik?

Which side are you? Voor het koninklijke or demi Republik?
Which side are you? Voor het koninklijke or demi Republik?

Senin, 12 Oktober 2015

Ship Week - Bredeorde

Untuk post baru ini, saya akan memulai Ship Week. Atau selama lebih dari seminggu berturut-turut ini, saya akan membuat post tentang satu paket kartu pos Belanda yang baru saja saya dapatkan. Dan anda bisa tahu dari judul, kartu pos ini tentang kapal-kapal yang pernah dipakai oleh Belanda.
Gambar-gambar yang sangat indah ini adalah karya dari J.W. Heyting (1915 - 1995) yang sayangnya tidak ada informasi lengkap mengenai dia.
Sumber
Untuk kapal pertama adalah Bredeorde. Jika merunut penjelasan di belakang kartu pos, kapal jenis fregat ini mempunyai 54 meriam dan merupakan kapal komando
<<< Marten Harpertszoon Tromp yang ikut serta pada serangan ke Dover pada 29 Mei 1652 dalam Pertempuran Goodwin Sands dan Duins (Downs) dalam Pertempuran Dungeness pada 10 Desember 1652 melawan Inggris. Namun nasib Tromp berakhir pada Pertempuran Ter Heijde (Scheveningen) pada Juli 1653, dimana dia gugur ditembak oleh sniper Inggris. Untuk Bredeorde sendiri nasibnya terhenti di Pertempuran Sont (Sound) dan komandannya yaitu Witte Corneliszoon de With
Sumber
ikut gugur pada tahun 1656. (Uniknya menurut wikipedia, pertempuran Sont sendiri terjadi 2 tahun kemudian dan Bredeorde sendiri tidak tenggelam melainkan terdampar dan tidak bisa dievakuasi).

Bredeorde sendiri awalnya didesain oleh Jan Salomonszoon van den Tempel dan berdimensi panjang 40 meter, lebar 9 - 10 meter, dan tinggi kedalaman 4 meter. Diluncurkan pertama kali pada tahun 1644 dan masuk dalam kedinasan angkatan laut setahun berikutnya.
Awak berkisar dari 152 hingga 270 orang, baik itu pelaut maupun tentara.
Untuk persenjataan, meriam yang dibawa bermacam-macam pula. Dari meriam 36, 24, 18, 12 hingga 6 ponder Belanda. Patut diingat ukuran pon Belanda yang sering kita dengar saat kita di sekolah berbeda dengan pon Inggris. 
Uniknya menurut sumber informasi yang sama, kapal ini adalah Ship of the Line bukannya frigat.
Kembali kepada karya Heyting sendiri, mari kita bandingkan Bredeorde karyanya dengan Bredeorde karya pelukis lain.
J.W. Heyting

Simon de Vlieger 
(1600/01 - 1653)
Sumber
Heerman Witmont
(1605 - 1683)
Sumber

Willem van den Velde
(1611 - 1693)
Sumber
Sumber

Jan Abrahamsz Beerstraaten
(1622 - 1666)
Sumber

Jika anda lihat, gambar Bredeorde yang Heyting gambar disini yaitu saat kapal tersebut melawan kapal dari Angkatan Laut Swedia. Bisa jadi saat Pertempuran Sont.
Berbicara tentang kualitas gambar, saya kira karya Heyting menyaingi dan lebih superior dibandingkan beberapa pelukis pada contoh. Yang ironisnya, kesemua pelukis tersebut hidup sejaman dengan kapal yang mereka gambar. 
Kalau menurut penilaian saya, Heyting bisa disejajarkan dengan pelukis maritim legendaris Jerman yaitu Willy Stower atau Norman Wilkinson kompatriotnya dari Inggris, yang keduanya hampir sejaman dengan dia.
Willy Stower
(1864 - 1931)
Sumber
Lukisan disini adalah kapal yacht Hohenzollern yang merupakan kapal milik keluarga kerajaan Prussia

Norman Wilkinson
(1878 - 1971)
Sumber
Lukisan ini mungkin lukisan tema maritim yang paling terkenal. Anda sudah tidak akan bisa mendapatkannya aslinya lagi. Karena apa? Karena lukisan ini ikut bersemayam bersama kapal yang membawanya. Kapal itu adalah Titanic ...

Untuk usia kartu pos sendiri, mungkin masih banyak pertanyaan. Pertama jika kita melihat ejaan bahasa Belanda lama disitu. Yaitu masih menggunakan "sch" dan bukannya "s", contohnya pada kata Engelsch. Maka kartu pos ini dibuat sebelum tahun 1947. Informasi ini sudah saya jelaskan di post saya sebelumnya. Sedangkan untuk usia lukisan sendiri, ada kotoran yang menutupi nama nama Heyting dan tahun pembuatannya. Tetapi kita masih bisa melihat tahun "'42" Ini juga diperkuat dengan informasi dari museum maritim Belanda yaitu adanya tulisan 1 - 42. Berarti lukisan tersebut dibuat pada bulan Januari 1942. 

Tahun 1942 alias saat Belanda masih diduduki oleh Jerman. Apakah mungkin kartu pos terbitan de Muinck & Co. Amsterdam Seri 13 Nomor 580 ini juga terbit pada tahun yang sama? Ada kemungkinannya pula, tapi yang pasti kartu pos ini tidak terbit lebih dari tahun 1947.


Usia: 1942 - 1947 

Jumat, 09 Oktober 2015

Copyright Violation In the Past

Mungkin ini kasus yang jarang ada. Awalnya saat saya mendapatkan 4 kartu pos ini, saya mengiranya sebagai kartu pos buatan lama. Warna kertas sudah coklat, foto dengan tulisan angka tahun pada foto yang memperlihatkan buatan pada abad ke-19, selain itu pula juga ada tulisan briefkaart dan kartoepos, bukti-bukti bahwa kartu pos ini paling tidak buatan di tahun yang sama dengan foto atau mungkin pada awal abad ke-20.




Bagian belakang kartu pos dan juga terdapat tulisan bahwa foto disini adalah koleksi dari KITLV

Namun kecurigaan saya muncul saat melihat penjelasan foto. Terutama 2 foto ini.


Mengapa saya curiga? Karena satu huruf semata pada kalimat judul. Huruf "S" pada "Maleise" dan "Javaanse" laiknya Ejaan Bahasa Belanda Modern. Seperti bahasa Indonesia yang kita gunakan, bahasa Belanda juga mengalami proses transformasi. Salah satunya adalah seperti 2 kata di atas. Untuk masa kolonial, seharusnya huruf "S" pada 2 kata tersebut adalah "Sch" jadi kata-kata yang benar adalah "Maleische" dan "Javaansche". Akhirnya saya mengontak KITLV untuk meminta penjelasan, dan disalah satu korespondensi kami, mereka mengatakan bahwa Ejaan Belanda modern mulai berlaku pada tahun 1947. Bersamaan dengan keluarnya Ejaan Soewandi yang digunakan oleh Republik Indonesia. Nah ini yang menjadi menarik, saat KITLV menyatakan tidak pernah membuat kartu pos foto ini setelah melihat Ejaan Belanda modern ini. Meskipun foto-foto tersebut adalah milik mereka.
Nah apa yang terjadi disini sebenarnya? Apa kebenaran dibalik kartu pos ini? Jawabannya bisa dilihat dari tahun Ejaan Belanda modern disini. Tahun 1947 atau era Agresi Militer I - II, orang Belanda menyebutnya sebagai Aksi Polisionil, saat itu mungkin di daerah Federal atau daerah Pemerintah Belanda atau yang pro-Belanda seperti Negara Indonesia Timur atau BFO, seseorang yang mungkin pedagang mempunyai ide untuk memanfaatkan foto-foto atau gambar foto milik KITLV yang dia punya. Dan hal yang paling gampang dan menguntungkan adalah mencetaknya menjadi kartu pos foto. Untuk tahun pembuatan dapat diambil kesimpulan hingga akhir tahun 1949 atau diakuinya kedaulatan Indonesia oleh Belanda. Jika kartu pos dibuat pada tahun 1950 ke atas, juga tidak mungkin karena ejaan yang dipakai di Indonesia sudah memakai Soewandi secara keseluruhan.
Pasti anda bertanya-tanya, kenapa di daerah Federal? Kenapa tidak di daerah Republik? Jawabannya terletak pada kalimat "Kartoe Pos". Seperti yang sudah dijabarkan di atas, di tahun yang sama Pemerintah Republik Indonesia mengeluarkan Ejaan Soewandi, maka kalimat "Kartoe Pos" berubah menjadi "Kartu pos". Dan semenjak Ejaan tersebut hanya dikeluarkan di daerah Republik, maka tidak mungkin penduduk di daerah Federal akan mengikutinya.
Ini adalah salah satu teori dari eksisnya kartu pos ini. Teori lainnya adalah mungkin kartu pos ini dibuat pada tahun 1950 ke atas namun karena keterbatasan informasi maka sang penjual salah membuatnya. Inginnya terkesan kuno namun menjadi salah kaprah. Anda pasti bertanya-tanya juga. Apakah mungkin ini buatan modern? Jawabannya bisa kita lihat dari kondisi kertas. Warna coklat kekuningan menandakan kertas ini kertas berusia lama dan menutup kemungkinan kartu pos ini buatan modern. You just can't replicate this. It's truly aging not by artificial.
Yang menjadi pertanyaan lainnya adalah, kartu pos masih kosong alias belum ada tulisan apapun. Apakah mungkin kartu pos ini sisa-sisa dari barang dagangan yang tidak laku? Atau mungkin di luar sana, sudah ada yang digunakan? Atau mungkin sang pedagang tidak jadi menjualnya? Satu hal yang pasti, kartu pos ini unik karena adalah saksi bisu dari pelanggaran hak cipta di masa Revolusi Kemerdekaan. One of a kind indeed.


Usia: Foto dibuat sesuai judul, kartu pos dibuat pada 1947 - 1949.