Oude Indonesie

Oude Indonesie
Nederland oost-indiƫ hier komen we!

Zoeklicht

Zoeklicht
We zullen de kolonie te verdedigen!

Which side are you? Voor het koninklijke or demi Republik?

Which side are you? Voor het koninklijke or demi Republik?
Which side are you? Voor het koninklijke or demi Republik?

Kamis, 17 Desember 2015

Hoogedelgestrengen - Indisch Brievenboek

"Buslit lerehipun Kangjeng Pangeran 
Haryo Suryaningrat anggenipun

dados litnan kolonel"
Hampir satu dekade lalu, saat saya masih mengerjakan skripsi di Arsip Kadipaten Pakualaman Yogyakarta, saya sering menemui kalimat Hoogedelgestrengen pada setiap muka amplop korespondensi. Baik ditujukan kepada Residen Yogyakarta dari Pakualaman atau sebaliknya. Saat itu saya bingung dan bertanya-tanya, apa maksud dan arti kalimat tersebut. Saya juga mengalami kebingungan saat akan menerjemahkannya, saya akhirnya mengambil kesimpulan bahwa kalimat Belanda tersebut hanyalah semacam titel atau gelar. Misteri kecil tersebut akhirnya terjawab sudah pada sebulan yang lalu, saat saya mendapatkan buku ini. 

Indisch Brievenboek terbitan N.V. Maatschapppij Vorkink dari Bandung.
Buku yang merupakan cetakan ketujuh dan sayangnya tidak bertahun ini banyak menampilkan contoh-contoh surat menyurat yang baik. Dari yang resmi hingga yang bersifat pribadi.
Kembali ke Hoogedelgestrengen, menurut buku ini, kalimat tersebut dan beberapa contoh kalimat lainnya ditujukan kepada sang penerima surat. Kalimat tersebut dipakai jika sang penerima surat adalah seorang yang sangat dihormati atau mempunyai jabatan tinggi. Berikut terdapat 11 macam contoh tulisan amplop surat pada jaman Belanda yang benar:
Model A: 
Den Heeren DE LANGE & Co.
Model B: 
N.V. MIJ. VORKINK.

(Kedua model tersebut digunakan kepada sebuah badan usaha).


Model C: 
WelEdelgeboren Heer 
                          Den Heere P. BLEEKER, 
                                                               Planter.

(Ini digunakan kepada pribadi seseorang).


Model D: 
Aan den WelEdelgestrengen Heer J. KUIJK 
                                    Eerste Luitenant der Art.

(Kalimat yang sama dengan yang saya temukan ini ditujukan kepada seorang perwira militer hingga pangkat kapitein / kapten).

Model E: 
Hoogedelgestrengen Heer 
                  Den Heere A. Dalfsen, 
                                        Kolonel Infanterie.

(Nah inilah jawaban dari misteri yang hinggap pada saya selama hampir 1 dekade ini. Kalimat tersebut ditujukan kepada perwira militer tinggi. Dari Mayor hingga Jenderal).

Model F: 
                   Aan 
ZIJNE EXCELLENTIE 
DEN GOUVERNEUR-GENERAAL VAN 
NEDERLANDSCHE-INDIE.

(Ini bisa dianggap paling spesial karena ini ditujukan kepada hierarki tinggi pemerintahan seperti Gubernur Jenderal Hindia Belanda, para menteri, Komandan Tertinggi KNIL, dan lain-lain).

Model G:
Den Hoogwelgeboren Heer 
               A. J. Baron VAN VOORTHUIJSEN.

(Ini juga spesial karena ditujukan kepada para ningrat).

Model H: 
Den Hoogedelgestrengen Heer 
                      Den Heere P. ZUIDHOFF, 
                                                Gep. Resident.

(Seperti halnya untuk perwira tinggi, Hoogedelgestrengen juga ditujukan kepada Residen).

Model I:
Den Weledelzeergeleerden Heer 
                                       Dr. A. F. OOSTHOUT.

(Anda melihat gelar yang dituju? Benar sekali, yang ini ditujukan kepada para dokter).

Model J:
                       Aan 
den Weleerwaarden Heer 
                     Den Heere P. DE VOGEL.

(Untuk yang ini ditujukan kepada para pendeta dan pastur).

Model K: 
Aangetekend 
                         Den Heeren REIS & CO. 
                                                       Handelaren. 
   Afzender: 
W.F. DE HEER.

(Model ini menandakan tidak ada nilai mata uang tertentu pada surat yang dikirim. Pada pojok kiri bawah terdapat tanda tangan pengirim).

Setelah melihat contoh-contoh diatas, mungkin anda masih bertanya-tanya, bagaimana bentuk tulisan surat kepada hierarki militer lainnya yang tidak tercakup pada buku? Dibawah ini ada beberapa jawabannya meskipun bukan dari buku Indisch Brievenboek:
Untuk pangkat adjudant onderofficier atau pangkat calon perwira, menggunakan metode yang sama dengan perwira dibawah pangkat majoor. Yaitu WelEdelgestrengen, disitu anda juga bisa melihat bagaimana singkatan yang dipakai serupa dengan contoh surat diatas. Meskipun meninggalkan kata gestrengen.
Aan den WelEd: Heer
P. L. Loos
Adjudant onderofficier instructeur no 65011
Garnizoen Bataljon der z/o Afdeeling van Borneo detachement te
Poeroek Tjahoe
------
Adj. Ond. off. Instr.
Garn. Bat: der 4e Afd. van Borneo
Detachement te
Poeroek Tjahoe

Contoh draft yang unik saya kira, karena kita bisa melihat nomor induk pasukan KNIL. Jika kita merunut bahwa pangkat adjudant onderofficier adalah pangkat perwira, maka nomor 65011 adalah nomor yang sudah besar sekali. Wajar jika kita mengasumsikan bahwa penomoran dimulai saat KNIL resmi berdiri pada era 1830-an, dan draft ini dibuat pada agenda bertahun 1930-an.
Sekedar tambahan informasi, kota Poeroek Tjahoe atau Puruk Cahu disini adalah sebuah kota di Kalimantan Tengah. Pada masa Perang Dunia II, kota tersebut sempat menjadi tempat evakuasi Gubernur B.J. Haga saat Jepang menginvasi Kalimantan.
Dibawah ini juga terdapat saksi bisu garnisun pasukan KNIL pada kota tersebut
Sumber

Bagaimana dengan pangkat prajurit? Dibawah ini meskipun bukan dalam bentuk surat dan dalam bahasa Indonesia ejaan van Ophuijsen, namun bukti pembayaran ini dapat memperlihatkan sedikit informasi.
Kita bisa melihat bahwa nota ini ditujukan kepada Toean Sergeant Arisman atau Tuan Sersan Arisman. Dapat disimpulkan bahwa untuk surat menyurat, perpangkatan tetap dipakai namun tidak menggunakan titel untuk perwira.
Sedikit informasi pula, Sergeant Arisman disini adalah seorang prajurit Legiun Mangkunegara

Setelah semua informasi ini dan kembali kepada buku, seperti yang diterangkan diatas buku ini tidak bertahun. Karena angka tahun terbit telah robek namun ada satu halaman yang bisa membantu kita menentukan usia buku ini.

Halaman yang menunjukkan tarif biaya pos dan paket ini tertanggal 1 Februari 1921. Bukti tahun ini juga ditambah dengan semua contoh surat yang bertahun 1920 menandakan bahwa buku ini dibuat pada kisaran tahun 1920-21.
Akhir kata, buku ini merupakan berkah kecil bagi saya pribadi. Karena informasi pada buku ini berhasil memberi jawaban untuk misteri sejarah yang menyelimuti saya selama ini. Dan mungkin saja, informasi ini dapat membantu anda semua mengerti sedikit tentang surat menyurat pada masa kolonial Belanda.


Usia: 1920 - 1921

Update 12 Januari 2016:
Sekedar tambahan informasi mengenai perposan Hindia Belanda, berikut adalah jadwal pengambilan pos dari brieven bus atau bis surat pada tahun 1936:

Pertama-tama jika anda bertanya-tanya apa itu bis surat, gambar dibawah ini bisa menyegarkan ingatan anda:
Sumber

Sumber
Seperti yang anda lihat, bis surat adalah kotak pos. Dan kembali kepada jadwal brieven bus, meskipun berlaku di kota Surabaya dan mungkin berbeda dengan kota lainnya, paling tidak kita bisa mendapatkan sedikit informasi tentang pengambilan surat. Pada kertas tersebut kita dapat melihat ada 4 jadwal pengambilan dalam satu hari. Yaitu jam 10 pagi, 12 siang, 6 sore, dan 00:30 dini hari. Namun jadwal tersebut hanya berlaku pada hari biasa atau hari kerja. Sedangkan untuk hari minggu atau hari libur, pengambilan hanya dilakukan pada pukul 00:30 dini hari. Hebatnya lagi, anda melihat ada kemungkinan bahwa ada orang yang mengeposkan surat pada dini hari. Jika surat diposkan lebih dari pukul 00:30 dini hari dan jika ingin secepatnya dikirim, maka jawatan pos menyarankan agar surat langsung diposkan di brieven bus kantor pos pusat Surabaya di Regenstraat (sekarang jalan kebon rojo). Untuk brieven bus di kantor pos tersebut diambil pada pukul 04:10 pagi.  



Dan tidak terasa sudah setahun blog ini berjalan dan uniknya post ini adalah post ke-100. Selain itu pula hampir 5000 pageviews dengan pengunjung dari negara-negara selain Indonesia seperti Amerika, Jerman, Rusia, India, Belanda, Korea Selatan, Arab Saudi, Inggris, dan Ukraina 
hingga detik ini yang mengunjungi blog ini Negara-negara tersebut adalah urutan 10 besar pengunjung blog ini. Saya kira untuk standar blog koleksi, angka tersebut seperti salah satu karakter video game terkenal katakan 
 http://metalgear.wikia.com/wiki/Revolver_Ocelot

Terima kasih untuk semuanya! :D

Kamis, 10 Desember 2015

Tanggal Repolusi Indonesia - Desember

Baru-baru ini saya mendapatkan buku karangan Zainal Rasjid berjudul Tanggal Repolusi Indonesia.

Meskipun dalam kondisi LWO, namun buku yang diterbitkan oleh penerbit Bakti di Medan pada tahun 1951 ini berisi tentang informasi dan kabar penting yang ada hubungannya dengan Revolusi Kemerdekaan Indonesia. Buku cetakan ke-7 ini memuat kejadian penting yang terjadi dari tahun 1945 hingga tahun 1950. Dan jika kita menilik bahwa buku tersebut adalah cetakan ke-7, ini membuktikan bahwa buku tersebut sangatlah populer pada masanya.
Ada beberapa informasi menarik yang tertera pada buku ini dan mungkin bisa membantu anda memahami bagaimana situasi Indonesia pada saat itu. Yang uniknya pula, informasi yang ada dapat dikatakan masih segar karena baru terjadi beberapa tahun sebelumnya. Maka tiap bulannya saya akan membuat post tentang buku ini, kali ini saya akan mulai pada bulan Desember. Mengapa saya mulai pada Desember? Karena disesuaikan dengan bulan saya membuat post ini. Ini juga berlaku dengan bulan-bulan berikutnya. Jadi bagi anda yang ingin tahu dengan bulan November, maka anda harus bersabar hingga bulan November tahun 2016 hehehe.
Oh dan perlu diperhatikan, kalimat pada tiap entry buku ini sudah saya ganti ke ejaan bahasa Indonesia modern:

DESEMBER
1945
5 - Benteng Banyubiru dikuasai rakyat kembali.

15 - Ambarawa jatuh ketangan rakyat.

18 - Sudirman diangkat menjadi Panglima Besar T.K.R.

24 - Didapat persetujuan antara T.K.R. dan tentara Serikat, untuk melucuti senjata Jepang dan pengangkutan APWI yang berada di daerah-daerah kekuasaan Republik.

26 - Percobaan pihak Belanda untuk membunuh Perdana Menteri Sjahrir, tetapi pistol yang diacungkan tidak meletus.

28 - Belanda mencoba pula membunuh Menteri Penerangan Mr. Amir Sjarifuddin, tetapi gagal.

30 - Beberapa ratus Marine Belanda mendarat di Tanjung Priok.


1946
7 - Belanda mengadakan aksi penyembelihan besar-besar di Sulawesi Selatan dibawah pimpinan Westerling. Rakyat yang tidak berdosa dibunuh dan ditembaki secara kejam, diduga 40.000 rakyat menjadi korban.
       Belanda mengadakan konferensi Denpasar dengan maksud mewujudkan aliran federatif.

24 - Belanda membentuk Negara Indonesia Timur sebagai Negara Bagian.


1947
8 - Pembukaan perundingan Indonesia / Belanda atas anjuran Komisi Tiga Negara (KTN) diatas kapal perang Amerika Renville, sesuai dengan Resolusi Dewan Keamanan PBB.

25 - Negara Sumatera Timur berdiri dengan besluit Pemerintah Belanda, dan mengangkat Dr. Mansur sebagai Wali Negara.


1948
4 - Delegasi menteri - menteri Belanda memberitahukan kepada P.M. Hatta, bahwa pemerintahnya tidak dapat menerima pendirian Republik Indonesia. Karenanya Pemerintah Belanda terpaksa membentuk suatu Pemerintah Peralihan tidak dengan Republik sebelum 1 Januari 1949.

12 - Pemerintah Belanda menghentikan semua perundingan dengan pihak Republik dibawah pengawasan K.D.B. sebab Republik tidak benar - benar mematuhi Gencatan Senjata.

16 - Wakil Indonesia di Dewan Keamanan PBB L.N. Palar mengusulkan untuk menempatkan soal Indonesia Belanda di dalam agenda.

17 - Delegasi Belanda mengirimkan radiogram kepada Merle Cochran, yang memerintahkan supaya Republik menerima usul-usul yang telah dimajukan.

18 - Delegasi Belanda mengirimkan memorandum kepada Republik yang menyatakan bahwa mulai tanggal 19 Desember, 1948, pihak Belanda tidak terikat lagi dengan persetujuan Gencatan Senjata.

19 - Sesudah malamnya Dr. Beel Wakil Agung Mahkota buat Indonesia menyatakan dalam pidatonya, bahwa Pemerintah Belanda tidak terikat lagi dengan persetujuan Renville, angkatan perang Belanda bergerak menyerbu Yogya, dari udara menyerang dengan pasukan payung. 
      Presiden dan Wakil Presiden dan beberapa Menteri - menteri ditangkap dan diasingkan keluar pulau Jawa. Mula-mula dipisah - pisahkan kemudian disatukan di Bangka. 
     Presiden memindahkan kekuasaan untuk memutar roda pemerintah Darurat Republik kepada Sjarifuddin Prawiranegara di Sumatera.

29 - T.N.I. melakukan serangan gerilya yang pertama dan besar - besaran terhadap Jokjakarta.


1949
1 - Menteri-menteri Belanda Stikker dan Schaik datang ke Indonesia, mengadakan pembicaraan dengan Presiden Soekarno dan Sultan Yogya, mengenai soal penyerahan kedaulatan yang boleh diharapkan akan berlangsung tanggal 27 Desember 1949, dan juga tentang kerja sama dihari kemudian.
     Panitia Persiapan Nasional dibentuk untuk menyelenggarakan sesuatu pekerjaan mengenai waktu peralihan.

16 - Setelah KNIP dan Dewan Perwakilan Sementara dari negara - negara bagian meratifikasi hasil K.M.B. dilangsungkanlah pemilihan Presiden RIS di Kepatihan Yogya, yang jatuh kepada Presiden Soekarno sebagai Presiden RIS yang pertama.

19 - Di "Sitinggil" dimana pada masa lampau Sultan - sultan Yogya dinobatkan, Ir. Soekarno sebagai Presiden Pertama mengangkat sumpahnya diatas Undang - Undang Dasar Sementara, dengan disaksikan oleh Mr. Dr. Kusuma Atmadja (ketua Mahkamah Agung Republik), K.R.T. Kamaludinrat (Kyai Penghulu Besar) dan Mr. Sugijopranoto.
            Pengangkatan sumpah Presiden tersebut dihadiri oleh dua ribu undangan, sementara di luar tembok keraton berkumpul beribu-ribu orang.

20 - Kabinet RIS terbentuk, sebagai Perdana Menteri Drs. M. Hatta, dan susunannya adalah:
Perdana Menteri dan Menteri Luar Negeri : Drs. M. Hatta.
Menteri Dalam Negeri : Ide Gde A. Agung G. Agung.
      ,,      Pertahanan : Sultan Hamengkubuwono IX.
      ,,      Kehakiman : Prof. Mr. Dr. Supomo.
      ,,      Perekonomian : Ir. Djuanda.
      ,,      Keuangan : Mr. Sjafruddin Prawinegara.
      ,,      Pendidikan : Dr. Abu Hanifah.
      ,,      Kesehatan Rakyat : Dr. Leimena.
      ,,      Urusan Lalu Lintas : Ir. Laoh , Sultan Hamid II.
      ,,      Tidak berjabatan : Dr. Suparmo.
      ,,      Penerangan : Arnold Mononutu.

21 - Ratu Juliana menandatangani undang - undang penyerahan kedaulatan kepada RIS, sesudah hasil - hasil KMB disetujui oleh eerste dan tweede kamer Belanda.

23 - Delegasi Indonesia yang dipimpin oleh Perdana Menteri Hatta berangkat ke Den Haag untuk menerima penyerahan kedaulatan.

27 - Ratu Juliana melakukan penyerahan kedaulatan di Den Haag kepada Delegasi Indonesia yang dipimpin oleh P.M. Hatta.
  Di Indonesia penyerahan kedaulatan dilakukan oleh W.T.M. Lovink kepada Sultan Hamengkubuwono selaku ketua Panitia Pengoperan Pemerintahan. Dan kedaulatan Republik Indonesia diserahkan pula kepada RIS oleh acting Presiden R.I. Mr. Assaat kepada Arnold Mononutu Menteri Penerangan R.I.S.
     Dihari penyerahan yang bersejarah itu berkibarlah dengan megahnya Sang Dwi Warna Merah Putih di seluruh kepulauan Indonesia, sejak dari dusun yang kecil sampai ke kota yang besar. Dwi Warna telah menjalani nasibnya bertahun - tahun, naik dan turun, akhirnya dia naik juga ke angkasa melambai dengan bebasnya.

28 - Dengan pesawat Garuda Indonesia Airways, Bung Karno bersama keluarga meninggalkan kota Yogya menuju Jakarta, dan langsung menduduki Istana Gambir dibawah kibaran Sang Saka Merah Putih.
        Pada hari kedatangan Presiden di Jakarta, ratusan ribu rakyat turut menyambutnya, rakyat yang cinta kepada Presidennya, yang ingin melihat wajahnya setelah 4 tahun berpisah, dipisahkan oleh politik Belanda.


Usia: 1951.