Oude Indonesie

Oude Indonesie
Nederland oost-indiƫ hier komen we!

Zoeklicht

Zoeklicht
We zullen de kolonie te verdedigen!

Which side are you? Voor het koninklijke or demi Republik?

Which side are you? Voor het koninklijke or demi Republik?
Which side are you? Voor het koninklijke or demi Republik?

Jumat, 03 April 2015

Kangjeng Irste Litnan

Mirip dengan foto sebelumnya, koleksi kali ini memperlihatkan tentang keluarga ningrat dan kepala keluarganya berseragam KNIL. Hanya saja yang menjadi pembeda adalah adanya anak-anak sang perwira (atau mungkin cucunya ? ), pangkat seragam, dan juga jenis seragam yang membedakan era foto ini diambil.
Pada foto memperlihatkan seorang yang sudah lanjut usia berseragam putih dan bertopi gelap. Seragam ini adalah salah satu dari 2 seragam warna putih yang pernah dibuat oleh KNIL. Disebut dengan sebutan jas toetoep, jas ini adalah pakaian yang dibuat untuk kondisi tropis yang sangat panas. Jas yang sebenarnya bernama asli jas top toe atau "jas dengan pengancing di kerah" entah kenapa salah diucapkan menjadi toetoep. Meskipun terlihat tetap benar sih, karena leher terlihat tertutup. hehehe

Jas yang merupakan pelanjut dari witte atilla ini diberikan kepada seluruh hierarki KNIL yang mungkin keluar pada tahun 1912 bersamaan dengan seragam garoet dan berakhir saat Belanda dikalahkan oleh Jepang pada Perang Dunia II. Seperti seragam-seragam yang beredar pada masa itu, ada perbedaan antara versi perwira dengan prajurit. Dalam versi perwira juga, juga terdapat perbedaan pula. Untuk versi perwira terutama perwira junior seperti ningrat di atas, pangkat berupa bintang sudut enam yang langsung dipasangkan pada kerah. Meskipun pada foto tidak terlihat jelas namun kita bisa melihat siluet 2 bintang, yang melambangkan bahwa ningrat tersebut berpangkat eerste luitenant atau letnan satu dan jika diucapkan oleh lidah orang Jawa pada masa itu menjadi irste litnan. Top toe atau pengancing kerah uniknya mirip sekali pada pakaian Beskap yang juga salah satu pakaian tradisional orang Jawa.

Yang membuat seragam ini terlihat elegan adalah adanya jahitan hiasan pada lengan seragam yang sayangnya pada foto di atas tidak terlihat. Inilah salah satu fitur yang hanya boleh dipakai oleh perwira saja. Sayang sekali kita tidak bisa melihat dari cabang angkatan mana sang ningrat ini berasal. Karena untuk jas toetoep, penandaan tersebut hanya bisa terlihat dari pangkat bahu.
  • Terompet untuk infantri.
  • Dua Pedang untuk kavaleri.
  • Helm Yunani untuk Zeni.
  • dan lain sebagainya ....
Untuk topi, sang ningrat memakai topi kepi yang sudah menjadi standar KNIL pada masa itu.
jas toetoep digunakan sebagai uitgaanstenue yang bisa dipakai sebagai seragam upacara atau bahkan bepergian. Sedangkan untuk sebagai seragam harian atau dageliksch tenue, dipakailah seragam garoet. Namun ini tidak berlaku kepada hierarki tamtama. Karena jas toetoep paling rendah hanya berlaku untuk bintara alias onderofficier.
Sumber

Menurut Koos Allemany, saat jas toetoep eksis, seragam KNIL terdapat 4 jenis:

  • garoet untuk veldtenue
  • garoet untuk uitgaanstenue
  • blauw atilla
  • jas toetoep 

Dan menurut dia juga, peraturan pemakaian seragam ini sering berubah. Kalau menurut saya sendiri, kemungkinan pemakaian seragam KNIL adalah:

  • garoet veldtenue untuk seragam harian dan lapangan
  • garoet uitgaanstenue untuk seragam garoet upacara terutama untuk tamtama
  • blauw atilla sebagai seragam upacara
  • jas toetoep untuk seragam upacara pada musim kemarau atau bepergian

Untuk foto sendiri, terlihat unik jujur saja. Karena berbeda dengan foto-foto yang saya temui sebelumnya, foto ini seperti dicetak pada kertas non-foto. Apakah ini termasuk teknik fotografi pada masa itu? Nevertheless, foto ini tetaplah mewakili ningrat pada masa itu dimana mereka bisa mendapatkan prestise jika dianugerahi pangkat militer terutama dari KNIL.


Usia: dibuat 1912-1942

Tidak ada komentar:

Posting Komentar