Kali ini kita akan melihat acara tumbuk yuswa 7 windu atau ulang tahun penguasa Mangkunegara Surakarta (Solo) yaitu Pangeran Adipati Mangkunegara VII ke yang 56 tahun.
Acara yang terjadi pada hari Kamis tanggal 14 Maret 1940 ini banyak dihadiri tamu-tamu penting pada saat itu. Acara yang sudah pasti diadakan di Dalem Mangkunegaran ini dimulai pada jam 6 pagi yang ditandai dengan Mangkunegara VII melakukan perjalanan melewati daerahnya di kota Solo. Dia saat itu ditemani oleh komandan garnisun kota Solo, para petinggi hingga para perwira Legiun Mangkunegara.
![]() |
Mangkunegara VII saat melakukan perjalanan keliling kota ditemani dengan komandan Garnisun dan officier lieder Legiun Mangkunegara |
Sorenya pada jam 7, acara secara resmi diadakan. Selama setengah jam hingga pukul setengah 8, tamu-tamu mulai berdatangan tanpa putus dan diterima dengan meriah di Pendapa Dalem Mangkunegaran. Menurut kesaksian wartawan Pawarti Surakarta sendiri, tamu penting yang datang pertama kali yaitu penguasa Kadipaten Pakualam Yogyakarta yaitu Pangeran Adipati Paku Alam VIII beserta istrinya pada jam 8. Setengah jam kemudian, giliran tetangga sekota Kadipaten Mangkunegara yaitu Kasunanan Surakarta yang dihadiri sendiri oleh penguasanya yaitu Sunan Pakubuwono XI. Rombongan Kasunanan juga diikuti oleh permaisuri Sunan, patih, para pangeran, dan para petinggi monarki tersebut. Kemudian giliran Gubernur Yogyakarta yaitu Lucien Adam yang tiba. Kedatangan dia sendiri untuk mewakili ironisnya Gubernur Surakarta yaitu Karel Johann Alex Orie yang sedang sakit.
![]() |
Medali Ordre du Ouissam Alaouite kelas Grand Officier yang berlaku pada era kemerdekaan Maroko. Untuk medali pada jaman kekuasaan Perancis, ribbon atau pita medali berwarna polos. Sumber |
Kedatangan Adam sendiri mungkin tidak akan dilupakan oleh Mangkunegara VII, karena Adam membawa sebuah medali penghargaan. Medali "Grand Officier de l’ Ordre De sa Majeste Sjeri fienne le Sultan de Maroc l’ ouis-Sam alaouit" menjadi milik Mangkunegara VII disini. Medali yang bernama asli Ordre du Ouissam Alaouite sendiri adalah medali Maroko yang diberikan kepada pihak militer maupun sipil yang berjasa kepada Maroko. Mungkin saja medali ini diberikan kepada Mangkunegara VII atas dasar hubungan baik antara Belanda dengan Perancis yang saat itu menguasai Maroko.
Acara diakhiri dengan pesta dansa Polonaise hingga pukul 1 dini hari yang ditandai dengan pulangnya Sunan. Kemudian giliran tamu dari Yogyakarta yang pulang, baik itu Gubernur Adam maupun Paku Alam VIII. Setelah itu acara resmi berakhir dengan tidak adanya tamu yang tersisa.
![]() |
Datangnya Sunan Pakubuwono XI beserta permaisuri |
![]() |
Sunan Pakubuwono XI beserta Gubernur Adam duduk di tengah ruangan Paringgitan Dalem Mangkunegaran. Di sisi kanan terlihat Pangeran Adipati Paku alam VIII duduk |
![]() |
Para tamu bersiap berdansa Polonaise. Di tengah gambar terlihat kedua Pangeran Adipati |
Mungkin saja, bagi Mangkunegara VII sendiri, acara tumbuk yuswa ini tidak akan dia lupakan. Karena selain dia sendiri mendapat sebuah medali tinggi dari sebuah negara, acara ini adalah acara yang diadakan di masa-masa terakhir negeri Belanda masih merdeka. Karena dua bulan kemudian, Belanda akan diinvasi Jerman dan dua tahun kemudian kekuasaan Belanda di Jawa akan hilang digantikan oleh Jepang. Setelah itu, nasib Mangkunegara tidak akan sama lagi ...
Usia: 1 April 1940
Tidak ada komentar:
Posting Komentar