Oude Indonesie

Oude Indonesie
Nederland oost-indiƫ hier komen we!

Zoeklicht

Zoeklicht
We zullen de kolonie te verdedigen!

Which side are you? Voor het koninklijke or demi Republik?

Which side are you? Voor het koninklijke or demi Republik?
Which side are you? Voor het koninklijke or demi Republik?

Minggu, 17 September 2017

Kancing Pemerintahan Hindia Belanda Rijksoverheidknoppen

Kita tiba di koleksi keempat kancing saya. Kancing yang kemungkinan besar dipakai oleh jajaran kepolisian Hindia Belanda. Kenapa saya masih memakai kata "mungkin" disini, karena bukti yang ada sangatlah minim.
Berdasarkan informasi yang saya terima dari Koos Allemany, kancing ini digunakan oleh hierarki Rijksoverheid. Rijksoverheid yang berarti harfiah "pemerintahan" ini bisa mencakup segala bidang. Dari pendidikan, pengadilan, hingga kepolisian. Untuk kepolisian Hindia Belanda, kancing ini terlihat digunakan pada jas toetoep. Seperti halnya ambstknoopen, sebenarnya ada bukti di situs KITLV. Pada situs tersebut jika kita mengetik nama "C.L.J. van Ham", kita akan melihat seorang Komisaris Polisi kota Yogyakarta. Pada foto terlihat dia memakai jas toetoep lengkap dengan tanda pangkat politie. Selain memakai miniatur medal bar, van Ham juga memakai kancing yang mempunyai motif yang sama dengan kancing yang saya punya. Motif ini adalah bagian dari coat of arms Belanda.
Sumber

Coat of arms Belanda terutama bagian perisai dan mahkota terlihat dipakai oleh hierarki politie Hindia Belanda, seperti yang pernah saya singgung disini. Selain di Hindia Belanda, lambang tersebut juga dipakai oleh polisi di negeri Belanda pula.
Sumber


Kancing yang saya miliki saat ini masih dari buatan satu pabrik yaitu:
Cordesius & Zoon Batavia

Kancing buatan lokal Hindia Belanda ini kualitasnya serupa dengan leeuwenknoppen. Kurang tajam dalam detail singa. Mungkin Cordesius hanya bagus dalam membuat barang ukuran besar?
Kancing ini sendiri mungkin dipakai sama dengan leeuwenknoppen yaitu untuk groot tenue atau uitgaans tenue untuk seragam garoet politie. Serupa dengan kancing artileri KNIL, terdapat 2 jenis kancing. Kancing besar dulunya untuk kancing pada muka seragam. Sedangkan kancing yang lebih kecil kemungkinan dipasang untuk di bagian epolet atau pada saku.
Sumber

Pada masanya kancing sempat dijual bebas oleh Firma Bospana (Bouman & Spanjaard) dari Amsterdam. Untuk kancing besar dipatok harga f. 0,90 selusin dan f. 9 segross untuk sepuh perunggu. Untuk kancing ukuran kecil dijual dengan harga f. 0,60 selusin dan f. 6 segross untuk sepuh perunggu pula.

Jika menilik dari daftar harga diatas, ada kemungkinan kancing Rijksoverheidknoppen mempunyai warna resmi perunggu bukannya perak ataupun emas.
Meskipun begitu dengan kurangnya sumber, kancing ini tetap misterius dibandingkan 3 kancing yang saya miliki terdahulu. Jadi kalau anda bertanya lebih lanjut ke saya tentang kancing ini, maka reaksi saya adalah ...
too many hillary lately ...


Usia: < 1942

Senin, 11 September 2017

Wij Strijden Met De Teekenstift - ... Hij Past Ons Niet!

Kembali lagi dalam mahakarya Hofer yaitu Wij Strijden Met de Teekenstift. 
Kali ini kita akan membahas badut, bukan ... bukan Pennywise dari film It 
ataupun Heath Ledger ... ... ehem memang dia bukan badut tapi Joker yang seperti badut, melainkan badut dari negara Belanda bernama Buus. Buus yang bernama asli Johan Buziau dikenal sebagai salah satu badut terkenal dalam sejarah Belanda. 

Lahir pada tahun 1878, Buus yang berasal dari keluarga musisi adalah salah satu dari sedikit artis di Belanda yang berani memberi kritik kepada pihak penguasa saat itu. Bukan Belanda melainkan Jerman yang menduduki negeri tanah rendah tersebut. Meskipun lontaran Buus bersifat kritik namun bernada ambigu dan tidak terang - terangan. Beberapa contohnya adalah 
"Dulu kondisi kita sangat baik, tetapi sekarang kita baik ... ada harapan kita bisa mendapatkan yang benar." 

"Saya mendapat foto paman Herman (Dia datang sambil membawa foto Hermann Goring), tetapi sekarang saya bingung apa yang harus kuperbuat. Saya gantung atau dipasang di dinding?"

Wajar saja kritikan harus seperti itu karena siapapun yang berani dan terang - terangan maka kamp konsentrasi akan menunggu. Namun pada akhirnya, sifat kritis menghibur gaya Buus ini mengakibatkan dia ditahan oleh Jerman pada bulan Mei 1942 di kamp Haaren. Meskipun dia berhasil dikeluarkan oleh temannya, namun pengalaman tersebut membuat dia traumatis. Alhasil dia tidak bisa manggung kembali dan kelak meninggal pada tahun 1958.
Hofer sendiri mengabadikan salah satu perlawanan Buus yang berjudul ".... Hij Past Ons Niet!" atau "Ini tidak muat". Saat itu Buus naik ke atas panggung sembari memakai topi dengan angka 6 1/4. Topi tersebut terlihat terlalu besar untuk dia dan dia berteriak "Ini tidak muat" sembari dia lemparkan topi itu ke tanah. Kemudian Buziau mengambil topi warna oranye yang muat dengan kepalanya. Dia langsung berteriak ke penonton, "Ini topi yang muat!". 
Sumber: Pinterest
Seperti yang anda lihat, Hij Past Ons Niet! ini lagi - lagi merupakan gaya kritikan khas Buus. Angka 6 1/4 dalam bahasa Belandanya adalah zes en quart. Pengucapan kalimat tersebut mirip dengan pemimpin pendudukan Jerman saat itu yaitu Reichkommissar Arthur Seyss-Inquart. Angka 6 1/4 bisa dia buat alasan adalah angka ukuran topi. Meskipun angka yang dipakai oleh Buus disini adalah standar ukuran inci yang dipakai oleh Amerika ataupun Inggris. Serta jika benar - benar ada maka topi ukuran tersebut adalah topi yang sangat kecil sekali! Kemudian topi yang dia pakai berwarna oranye. Warna tersebut adalah warna keluarga Kerajaan Belanda. Alhasil artinya disini, Buus meminta kepada para penonton untuk membuang pengaruh pasukan pendudukan dan tetap loyal kepada kerajaan. Jujur saja, guyonan Buus disini adalah guyonan yang cerdik namun menohok. Guyonan yang mungkin diperlukan oleh rakyat Belanda saat zaman pendudukan. 


Usia: 1941