Oude Indonesie

Oude Indonesie
Nederland oost-indiƫ hier komen we!

Zoeklicht

Zoeklicht
We zullen de kolonie te verdedigen!

Which side are you? Voor het koninklijke or demi Republik?

Which side are you? Voor het koninklijke or demi Republik?
Which side are you? Voor het koninklijke or demi Republik?

Minggu, 19 Maret 2017

Lukisan Zaman Belanda - Perwira Artileri KNIL

Koleksi yang saya miliki kali ini sangat unik. Karena koleksi tersebut berbentuk lukisan! Ini adalah lukisan kedua yang saya dapatkan. Namun berbeda dengan lukisan pertama, lukisan lebih kecil ukurannya dan tidak bernama. Lukisan dengan dimensi 15 cm x 20 cm ini menggambarkan seorang pria berkumis yang sedang duduk. Meskipun lukisan terlihat sangat sederhana dimana sang pelukis sendiri kurang menguasai detil wajah dan pencahayaan namun sang pelukis berhasil membuat semacam aura yang muncul dari obyek lukisan. Orang pada lukisan sendiri terlihat memakai seragam dan membawa sapu tangan di tangan kirinya dan sambil mendekap sebuah pedang. Meskipun seragam terlihat sangat sederhana, dalam pandangan saya ada cerita dibalik ini. 


Kanvas mempunyai jarak lubang sempit dan warna belum terlalu kecoklatan.
Pigura berwarna tua dan lukisan dipaku maka kesimpulannya lukisan dibuat pada tahun 1925 - 1940

Hal pertama adalah suatu benda yang terdapat pada kerah seragam. Jika kita cek secara seksama, benda tersebut serupa dengan emblem granat tersulut yang merupakan emblem pasukan artileri KNIL. Seperti yang pernah saya singgung di post berikut, KNIL menggunakan emblem cabang angkatan perang pada kerah seragam model M855. Namun suatu hal yang aneh muncul jika kita perhatikan seragam pada lukisan. Jika kita lihat, pada seragam terdapat epolet yang bukan merupakan bagian dari seragam M1855 melainkan bagian dari seragam M1868. Seperti yang anda bisa lihat pada 2 buah penggambaran ulang seragam model tersebut. 


Harap diperhatikan bahwa emblem granat tersulut selain dipakai oleh pasukan artileri, juga dipakai oleh perwira ajudan untuk Raja atau Gubernur Jenderal. Namun tanda pangkat juga ditambah dengan pemakaian aiguillette seperti foto dibawah ini. 
Sumber

Sumber
Pasti anda bertanya juga bertanya dan mungkin skeptis, bagaimana bisa saya bisa langsung membayangkan bahwa orang tersebut adalah dari artileri bukan? Ada sebuah bukti penguat lainnya, yaitu dari pedang yang dia bawa. Pedang yang digambar pada lukisan adalah Sabels Lichte Cavalerie M1813 No 1. Pedang tersebut selain dipakai oleh pasukan kavaleri dan marechaussee, juga dipakai oleh pasukan artileri. Dari sini kita bisa ambil kesimpulan, bahwa dulunya baik sang pelukis entah dia hanya suruhan belaka atau keturunan dari orang di lukisan, melukis dari kesaksian atau ingatan. Indikasi awal terlihat dari emblem granat yang dilukis tegak lurus di kerah. Selain itu pula jika kita perhatikan, warna kancing, emblem, dan epolet tidak sesuai dengan warna standar KNIL. Alih - alih emas, ketiga obyek tersebut diwarnai dengan warna putih. Ditambah pula dengan warna seragam yang kehijauan. Apakah sang pelukis disini menggambar dari sebuah foto mungkin? Tapi yang pasti pedang yang digambar serupa dengan pedang yang dimiliki oleh perwira artileri KNIL pada saat itu. Uniknya lagi ada sebuah chevron yang digambar pada lengan seragam. Chevron bukanlah bagian dari kepangkatan perwira. Uniknya chevron disini pernah digunakan oleh hierarki militer non KNIL. Tepatnya oleh perwira keraton Kasultanan Yogyakarta.
Pangeran Puger, adik Sultan Hamengkubuwono VII memakai seragam dengan pangkat Majoor.
Sumber

Adik Sultan Hamengkubuwono VII memakai seragam Luitenant Kolonel
Perhatikan topi yang memakai emblem bintang. Bintang yang sama dengan bintang pada Kasultanan mungkin???
Sumber

Jadi apakah mungkin orang pada lukisan adalah perwira artileri Kasultanan Yogyakarta? Namun yang menjadi masalah, saya masih belum menemukan informasi tentang pasukan Kasultanan, apalagi pasukan artilerinya. Hanya saja, untuk pasukan artileri dalam pasukan keraton, keraton Kasunanan di Surakarta mempunyai pasukan tersebut yang bernama Jagasura dan masih operasional hingga kedatangan Jepang. Apakah mungkin pria di lukisan adalah perwira pasukan Jagasura? Namun sang pelukis menambah chevron setelah melihat 2 foto di atas agar seragam lebih cantik? Tetapi saya masih belum bisa menemukan foto perwira keraton Kasunanan yang memakai chevron seperti rivalnya yang dari Yogya tersebut. Ah banyak kemungkinan memang disini. Tapi ya mau bagaimana lagi, hanya ini yang bisa kita analisa. Namun ini yang menjadikan lukisan ini unik. 


Usia: 1925 - 1940.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar